Miris! Situs Purbakala Diketahui Dalam Keadaan Terpenggal dan Hilang

Minggu, 21/02/2021 - 22:08
Situs Purbakala Diketahui Dalam Keadaan Terpenggal dan Hilang

Situs Purbakala Diketahui Dalam Keadaan Terpenggal dan Hilang

Klikwarta.com, MALANG - Situs peninggalan peradaban masa lalu yang berlokasi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, terlihat dalam keadaan rusak atau terpenggal. Belum diketahui siapa pelaku pengrusakan dan pencurian situs yang memiliki historis masa lalu ini.

Cak Hari, pemerhati budaya, mendatangi keberadaan situs Singojoyo, dan situs ini diketahui kondisinya rusak, minggu (21/2/2021). Padahal, situs tersebut memiliki jejak peradaban masa lalu, dan kini situs ini tak ubahnya bebatuan yang tak memiliki gambaran apapun.

Situs Singojoyo diyakini warga setempat terkorelasi dengan masa pemerintahan Kerajaan Majapahit, dan dulunya Singojoyo adalah salah satu senopati. Keturunan Singojoyo terlacak berdasarkan tulisan yang tercantum di lokasi keberadaan situs.

Lokasi situs terlihat terawat dan terpelihara, hal itu didasarkan bangunan permanen yang berdiri disitu. Selain bangunan permanen, disekitarnya terlihat bersih dan asri, karena berbagai tanaman hias mengitarinya.

Yuniarko, warga setempat, membenarkan hilangnya kepala situs yang terletak di Desa Mulyorejo ini. Dijelaskannya, ada 4 patung berukuran kecil, ada patung Ganesha, ada patung singa berkepala 3, ada patung yang diduga perwujudan Gajahmada, dan 1 patung lainnya tidak diketahui sosoknya.

"Yang saya tahu ada 3, Ganesha, singa berkepala 3 dan Gajahmada, yang satunya saya tidak tahu. Dulunya utuh patung ini, kemudian dirusak orang, sekarang malah hilang bagian atasnya".

Dikatakan Yuniarko, dulunya keempat patung ini sempat rusak, tetapi disambung lagi, dan kemudian rusak lagi dalam kondisi kepala patung terpenggal. Penggalan kepala diletakkan di dekat patung-patung itu berdiri, namun kini penggalan patung ditemukan hilang tak berbekas.

"Saya baru tahu hari ini kalau bagian patung hilang, tadinya masih ada. Tidak tahu siapa yang berbuat seperti ini, bukannya dirawat, malah dicuri".

Cak Hari menyayangkan pengrusakan, sekaligus pencurian benda-benda purbakala di desa ini, padahal ada nilai sejarah yang tak ternilai dari keberadaan patung-patung tersebut.

"Sangat disayangkan peninggalan leluhur kita dirusak seperti ini, bukan cuma dirusak, tapi ini malah dicuri. Orang yang merusak atau mencurinya, tidak paham akan nilai-nilai sejarah".

Belum diketahui, apakah pengrusakan atau pencurian benda-benda purbakala ini sudah dilaporkan kepada pihak berwenang atau belum. Yang jelas, kondisi situs sudah tidak lengkap dan bagiannya hilang. (dodik)

Berita Terkait