Kenaikan Tarif Listrik Berikan Andil Tertinggi Inflasi Kota Bengkulu

Rabu, 01/03/2017 - 15:35
Jumpa pers BPS Provinsi Bengkulu, Rabu (01/03/2017)

Jumpa pers BPS Provinsi Bengkulu, Rabu (01/03/2017)

Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Naiknya tarif listrik yang mengalami penyesuaian tarif secara bertahap sejak bulan Januari untuk pengguna listrik R1 900 WA non subsidi memberikan andil tertinggi mempengaruhi laju inflasi dibandingkan komuditas lainnya pada bulan Februari 2017.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kuswardani, MA menyampaikan kenaikan tarif listrik menempati peringkat paling tinggi memicu inflasi di Kota Bengkulu. 

"Kenaikan tarif listrik memiliki andil tertinggi pemicu inflasi disusul tarif angkutan udara, pulsa ponsel, kentang, bawang putih, batu bata, nasi dengan lauk, jengkol, rokok kretek dan kayu balokan," ujarnya.

Dyah mengatakan inflasi sebesar 0,21 persen Kota Bengkulu pada Februari 2017 ini lebih tinggi dibandingkan kondisi pada Februari 2016 yang mengalami deflasi -0,2567 persen. 

"Laju inflasi tahun kalender Februari 2017 sama lebih tinggi dari laju inflasi bulan Februari 2016 sebesar 1,20 persen. Namun, laju inflasi dari tahun ke tahun pada Februari 2017 lebih rendah dari laju inflasi dari tahun ke tahun pada Februari 2016," jelasnya. 

Sementara untuk perbandingan antar kota di Sumatera, kata Dyah, Dari 23 Kota di Wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada Februari 2017, 10 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. 

"Dengan inflasi 0,21 persen, Kota Bengkulu menempati urutan ke 7 di Wilayah Sumatera. Inflasi tertinggi trjadi di Dumai dengan besaran 1,12 persen. Sedangkan inflasi terendah di Kota Batam sebesar 0,09 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Jambi dengan besaran 1,40 persen dan deflasi terendah terjadi di Kabupaten Bungo sebesar 0,02 persen," tandasnya. (RO)

Berita Terkait