Rakor Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Se-Papua Barat, Ini Laporan Sekda Raja Ampat

Sabtu, 25/04/2020 - 10:57
Video Conference Rakor Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Se-Papua Barat

Video Conference Rakor Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Se-Papua Barat

Klikwarta.com. Raja Ampat, Papua Barat - Dalam rangka untuk mengetahui perkembangan penanganan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi Papua Barat, Gubernur dan Forkopimda Provinsi bersama- seluruh Pimpinan Daerah dan Forkopimda Kabupaten/ Kota Se- Papua Barat mengadakan rapat melalui Video Confrence.

Dalam Video Conference ini selain Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, turut hadir juga Wakil Gubernur Papua Barat  Moh. Lakotani SH. M.Si

Untuk di Raja Ampat sendiri di hadiri oleh Sekda Raja Ampat Drs. Yusuf Salim M.Si, Kapolres Raja Ampat AKBP. Andre J. Manuputty. S.IK, Dandim 1805/Raja Ampat Mayor. Inf. Josep Paulus Kaiba, Kadis Parawisata Yusdi Lamatengo yang juga sekaligus Sekertaris Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat.

Rakor ini bertujuan untuk melaporkan kondisi  penaganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di masing-masing Kabupaten/ Kota Se-Papua Barat.

“Untuk Kabupaten Raja Ampat dilaporkan, Tim Satgas penanganan Covid-19 di Kabupaten sudah terbentuk pada 18 Maret yang lalu, dilanjutkan dengan pembentukan relawan di kampung- kampung yang bersamaan dengan itu Tim Satgas Covid-19 Kabupaten turun melakukan Sosialisai sekaligus menyerahkan pembagian bantuan  bantuan sembako 3 minggu yang lalu untuk masyarakat. Di kampung juga sudah sangat ketat pengawasannya terhadap warga yang masuk keluar”, jelas Sekda Yusuf Salim di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat, Jum’at ( 24/04/2020) kemarin.

Langkah yang lain adalah, Lanjut Sekda, kami juga sudah membatasi kapal-kapal penumpang secara reguler yang masuk Raja Ampat, mengingat saat ini di Sorong sudah terkonfirmasi Positif Covid-19.

s 

Kemudian, tambahnya, RSUD Raja Ampat masih IPD sehingga hanya ditetapkan sebagai RS rujukan dengan berbagai keterbatasan sehingga kami sudah mengambil langkah perbaikan dengan menyiapkan  ruangan di gedung tertentu secara cepat sehingga saat ini sudah disiapkan 16 ruangan yang berisi 32 tempat tidur.

“Pengadaan APD yang didalamnya termasuk pemberian dari Pemerintah Provinsi juga sudah kami distribusikan ke puskesmas  terdekat”, kata Sekda.

Ia juga menyampaikan Kesiapan lain adalah kami sudah bagun kerja sama  dengan Polres dan Kodim untuk menyiapkan dapur umum dalam rangka mengantisipasi bila terjadi Lonjakan pasien dan akan kita tutup secara keseluruhan.

Sekda juga melaporkan data persebaran perkembangan Covid-19 di Raja Ampat, Jumlah OTG dari tanggal 18 Maret sampai 23 April sebanyak 307  orang yang didalamnya 1 PDP, dan 40 ODP yang 24 orangnya sudah selesai menjalani masa pemantuan sehingga total menjadi 26 orang. Kurang lebih 20 sampel yang dikirim termasuk yang PDP. Dan saat ini kami menunggu hasil dari laboratorium di Makassar.

“Recofusing APBD juga kami sudah lakukan termasuk didalamnya mengalokasikan  bantuan sosial dalam hal ini bantuan langsung tunai maupun sembako yang kita siapkan dari APBD”, jelasnya.

Sementara untuk pengiriman sembako, ungkapnya, sebelumnya adalah partisipasi dari Bupati Raja Ampat secara langsung dan sudah distribusikan di semua kampung dan semua sudah sampai.

Sekda Yusuf Salim juga menjelaskan, kendala kita adalah kesiapan ruangan di RSUD serta pengiriman APD dari luar ke Raja Ampat maupun  pengiriman Sampel keluar

“Kami sependapat dengan Walikota dan Pemkab Se- kabupaten Sorong Raya, bandara harus di tutup, kami sependapat dengan itu,  namun yang menjadi kendala adalah bagaimana dengan sampel yang harus terkirim di dua tempat terdekat yakni Jayapura dan Makassar?. Saran kami di bawah koordinasi Provinsi kita bersama bisa mengatur agar bagaimana caranya ada  pesawat yang bisa berangkat ke tempat yang Ada laboratorium itu dalam jangka waktu terntu untuk mengecek sampel yang dikirim”, tutup Sekda.

(Pewarta : Mustajib)

Berita Terkait