Melalui Seni, Anak Belajar Mengenal Diri dan Dunianya

Sabtu, 13/06/2026 - 12:53
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, secara resmi membuka Pameran Lukisan Karya Bentara Budaya bertajuk “Anak Dalam Lintasan Waktu” di Jakarta

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, secara resmi membuka Pameran Lukisan Karya Bentara Budaya bertajuk “Anak Dalam Lintasan Waktu” di Jakarta

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, secara resmi membuka Pameran Lukisan Karya Bentara Budaya bertajuk “Anak Dalam Lintasan Waktu” di Jakarta, Kamis (11/6). Pameran ini menghadirkan karya para seniman tentang anak serta karya anak-anak yang menggambarkan dunia mereka dari sudut pandang dan imajinasi sendiri.

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menegaskan pentingnya mengenalkan seni kepada anak sejak usia dini sebagai bagian dari proses pendidikan yang utuh. Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan seni tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga membantu anak memahami dirinya dan lingkungannya.

“Kami memandang bahwa ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, termasuk seni lukis, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis anak-anak kita. Dengan cara itu, kita dapat mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia. Menjadi manusia adalah hal yang sangat mendalam dalam konteks pendidikan,” ujar Wamen Fajar.

Ia menilai pameran yang mempertemukan karya seniman dewasa tentang anak dengan karya anak-anak tentang dunianya sendiri mencerminkan upaya menghadirkan ruang kebudayaan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Anak tidak hanya tumbuh secara intelektual, tetapi juga secara imajinasi dan proses kreasi. Inilah proses yang diharapkan tumbuh di lingkungan pendidikan secara holistik.

“Saya memandang proses seni semacam ini, yang dibudayakan kepada anak sejak dini merupakan bagian dari upaya membentuk kesejahteraan psikologis. Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya,” ungkapnya.

Menurut Wamen Fajar, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini bukan sekadar menunjukkan kemampuan melukis anak, melainkan juga menghadirkan imajinasi mereka tentang diri sendiri, lingkungan, dan dunia yang mereka alami sehari-hari. Pertemuan antara karya seniman dewasa dan karya anak-anak juga menghadirkan dialog imajinatif yang memperkaya cara pandang kedua belah pihak.

“Ketika satu wahana pameran mempertemukan karya orang dewasa tentang anak dan karya anak tentang dunianya, ini menjadi perjumpaan imajinasi dan dialog antara orang dewasa dengan anak. Dari proses itu bisa lahir berbagai gagasan dan karya kreatif yang luar biasa,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager Bentara Budaya, Ilham Khoiri, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kolaborasi antara karya para seniman yang selama ini menjadi koleksi Bentara Budaya dengan karya anak-anak berusia 6 hingga 16 tahun yang diundang secara khusus untuk menggambarkan dunia mereka. Seluruh karya dalam pameran ini dikurasi oleh Frans Sartono dan Efix Mulyadi.

Menurut Ilham, karya para seniman dewasa umumnya menempatkan anak sebagai bagian dari narasi yang lebih luas, seperti pendidikan, kehidupan sosial, maupun berbagai dinamika masyarakat. Sebaliknya, karya anak-anak lebih banyak merekam pengalaman sehari-hari yang dituangkan secara spontan sesuai dengan emosi dan imajinasi mereka.

“Bentara Budaya sangat mendukung anak-anak untuk berkembang melalui kreativitas. Melalui lukisan, anak-anak dapat menemukan dirinya dan bercerita tentang dunianya kepada orang lain,” ujar Ilham. (**) 

Berita Terkait