Indonesia Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Riset di Kawasan Asia Tenggara hingga Pasifik Barat

Minggu, 03/05/2026 - 23:00
Foto istimewa

Foto istimewa

Klikwarta.com, Jakarta, 3 Mei 2026 –Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di KBRI Dili dan KBRI Manila secara proaktif memperluas jejaring kerja sama pendidikan, riset, dan kebudayaan di kawasan regional. Langkah strategis ini dipaparkan dalam forum "Webinar Series Atdikbud & Wadetap RI-UNESCO" yang menggarisbawahi peran pendidikan sebagai instrumen utama diplomasi soft power Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan tren global mobilitas pelajar internasional yang terus meningkat. Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistics, lebih dari 6 juta mahasiswa kini menempuh pendidikan lintas negara.

Indonesia sendiri mencatat sekitar 59.000 mahasiswa belajar di luar negeri pada 2024, sementara pada saat yang sama Indonesia juga semakin aktif menjadi negara tujuan studi, khususnya bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik.

Timor-Leste: Penguatan Vokasi dan Kedokteran

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Tasrifin Tahara, mengungkapkan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Timor-Leste kini diarahkan pada program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu inisiasi utama adalah pembukaan kelas khusus di Fakultas Kedokteran bagi mahasiswa Timor-Leste serta pengembangan program Vocational Sister School yang sejalan dengan Pembangunan di Timor Leste sebagai negara muda yang baru bergabung di ASEAN.

.

Indonesia dan Papua Nugini menandatangani MOU Kerja Sama Pendidikan dan Budaya pada Mei 1997. Pada Juli 2024, Presiden Jokowi dan PM James Marape membahas penguatan kerja sama pendidikan, termasuk penandatanganan Framework Agreement on Development and Technical Cooperation serta Agreement for Training and Capacity Building untuk diplomat karir negara-negara Melanesian Spearhead Group. Indonesia membuka sekolah militer untuk perwira muda dan kadet PNG. 

Program beasiswa pemerintah Indonesia seperti KNB (Kemitraan Negara Berkembang) dan Indonesian AID Scholarship terbuka bagi mahasiswa PNG untuk studi di universitas-universitas Indonesia, mencakup program sarjana, magister, dan doktoral dengan bantuan biaya hidup, akomodasi, dan kursus bahasa Indonesia.

Dalam paparannya, Tasrifin menekankan bahwa diplomasi pendidikan bukan sekadar urusan administratif. "Sering kali kesuksesan kerja sama internasional ditentukan oleh hubungan personal. Diplomasi di meja makan terkadang lebih efektif daripada pertemuan formal," ujarnya. 

Indonesia tetap menjadi destinasi favorit bagi pelajar Timor-Leste melalui berbagai skema beasiswa seperti KNB, bantuan pendidikan dari Indonesian AID, dan beasiswa bebas UKT serta asrama dari perguruan tinggi di Indonesia. Tahun 2025, terdapat 350 penerima beasiswa dari Timor Leste yang kuliah di Indonesia.

Sebagai contoh Universitas Hasanuddin Makassar memberikan 180 beasiswa pada mahasiswa Timor Leste pada jenjang S1, S2 dan S3. Hingga saat ini terdapat 1.800 warga negara Timor Leste sementara mengenyam Pendidikan di Indonesia yang tersebar diberbagai kampus dari Aceh hingga Papua. 

Palau dan Kepulauan Marshall: Penjajakan Peluang di Pasifik

Sementara itu, KBRI Manila yang wilayah akreditasinya mencakup Kepulauan Marshall dan Palau, tengah melakukan pemetaan mendalam terhadap sistem pendidikan di wilayah Pasifik tersebut. Upaya ini bertujuan untuk menyelaraskan dukungan Indonesia terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin pendidikan berkualitas, ungkap Nina Yulianti, Atdikbud KBRI Manila.

.

Meskipun belum terdapat program kerja sama pendidikan bilateral formal antara Indonesia, Palau, dan Marshall Islands, ketiga negara terhubung melalui kerangka regional Pasifik dan Asia-Tenggara. Indonesia memiliki kedutaan di Palau yang memfasilitasi pertukaran budaya dan pendidikan.

Historis, Palau memiliki akar migrasi dari Indonesia-Melanesia sejak 1.000-2.000 SM. Ketiga negara berbagi keanggotaan dalam forum multilateral seperti Pacific Islands Forum dan Asian Development Bank, yang menyediakan platform kolaborasi pendidikan regional.

Potensi kerja sama meliputi beasiswa untuk mahasiswa Pasifik di universitas Indonesia, program pertukaran budaya berbasis warisan bersama, dan kolaborasi dalam pelestarian bahasa Austronesia yang menjadi akar linguistik ketiganya.

Pemerintah Indonesia menawarkan program The Indonesian AID Scholarship (TIAS) bagi generasi muda di Kepulauan Marshall dan Palau untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

Fokus utama kerja sama ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mengingat tantangan geografis unik yang dihadapi negara-negara kepulauan di Pasifik Barat. Melalui identifikasi aktor kunci pendidikan, Indonesia berkomitmen menjadi mitra pembangunan yang handal di kawasan tersebut. 

Sinergi antara KBRI Dili dan KBRI Manila ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus "Turut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa" tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dengan berbagi pengetahuan dan fasilitas pendidikan kepada negara-negara sahabat di kawasan sekitarnya.

Kontak Media KBRI Dili:

Kantor Atdikbud KBRI Dili

Email: [email protected]

Jl. Herewila No. 10, Dili, Timor-Leste

 

Kontak Media KBRI Manila:

Kantor Atdikbud KBRI Manila

Email: [email protected]

185 Salcedo St., Makati City, Filipina

Berita Terkait