Sat Reskrim Polres OKU Selatan Selidiki Dugaan Illegal Logging di Tiga Dihaji

Sabtu, 07/03/2020 - 01:51
TKP penebangan pohon yang diduga illegal logging

TKP penebangan pohon yang diduga illegal logging

Klikwarta.com, Sumatera Selatan - Sat Reskrim Polres OKU Selatan selidiki dugaan illegal logging di kawasan hutan yang berada di Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.

"Anggota kita sudah turun ke lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan illegal logging di kawasan Kecamatan Tiga Dihaji", jelas Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SiK MH pada 2 Maret 2020 lalu.

Dikatakan Kapolres, terkait anggotanya yang mendatangi lokasi guna menyelidiki kebenaran informasi terkait dugaan illegal logging. Karena beredar kabar kembali terjadi pembalakan liar, dimana sudah lama di wilayah tersebut tidak ada lagi illegal logging. 

Senada dikatakan Kasat Reskrim AKP Kurniawi HB SiK MH bahwa pembalakan liar di hutan tersebut sebelumnya memang telah dihentikan. Namun, diduga kembali terjadi, sehingga anggotanya melakukan kroscek ke TKP.

"Saat ini, anggota kita masih melakukan penyelidikan di lokasi. Karena apabila dugaannya benar, maka akan kita tindak tegas", jelas Kasat Reskrim.

a

Di sisi lain, Camat Tiga Dihaji, Inada saat dikonfirmasi media ini membantah atas dugaan illegal logging tersebut. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi pembalakan liar di kawasan hutan tersebut.

"Hingga sekarang, belum ada laporan terkait informasi illegal logging. Dulu memang ada, tapi sekarang sepertinya tidak ada lagi, belum dipastikan", ujarnya Camat di ruang kerjanya, Rabu (04/03/2020) kemarin.

Diketahui, sebelumnya dalam kasus dugaan illegal logging ini beredar foto-foto penebangan kayu yang diduga terjadi di Pematang Buluh, Kecamatan Tiga Dihaji. Warga Muaradua yang mengetahui hal tersebut ikut berkomentar. Sehingga hal ini ditindaklanjuti pihak kepolisian, karena apabila benar ada pembalakan liar di kawasan hutan, maka akan berdampak pada aliran sungai Komering Saka Selabung, bahkan bisa menyebabkan bencana alam. (Pewarta : Aliwardana)

Berita Terkait