Sumber : Pexels
Oleh: Siti Fakhriyatussyah Aribah
Kehidupan ini terdiri dari beragam kesulitan, trauma, tragedi, ancaman, atau sumber stres yang signifikan. Mengapa ada orang yang mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan hidup, sedangkan ada orang lain yang mudah tergoncang walaupun kesulitannya mungkin tidak seberapa berat. Salah satu rahasianya ada pada kondisi resiliensi nya.
Resiliensi dipandang oleh para ahli sebagai kemampuan untuk bangkit kembali dari situasi atau peristiwa yang traumatis. (Siebert 2005) dalam bukunya The Resiliency Advantage memaparkan bahwa yang dimaksud dengan resiliensi adalah kemampuan untuk mengatasi dengan baik perubahan hidup pada level yang tinggi, menjaga kesehatan di bawah kondisi penuh tekanan, bangkit dari keterpurukan, dan menghadapi permasalahan tanpa melakukan kekerasan.
Resiliensi berkaitan dengan upaya melewati rasa sakit dan kekecewaan tanpa menbiarkan mereka menghancurkan semangat anda. Resilensi adalah kemampuan untuk secara mental atau emosional yang mengatasi krisis serta kembali ke status belum krisis dengan cepat. Orang yang resilien bukan hanya akan mampu melewati pengalaman buruknya, tetapi juga bangkit kembali dari pengalaman-pengalaman sulitnya dan bergerak menuju pencapaian tujuan mereka.
Ada beberapa strategi untuk meningkatkan resiliensi. Pertama, bangun hubungan baik dengan orang-orang terdekat yang empatik dan berpengertian yang dapat mengingatkan anda bahwa anda tidak sendirian ditengah kesulitan, temukan orang yang dapat dipercaya dan berbelas kasih yang memfasilitasi perasaan anda, yang akan mendukung keterampilan resiliensi anda.
Rasa sakit akibat peristiwa traumatis dapat membuat beberapa orang mengisolasi diri mereka sendiri, tetapi penting untuk menerima bantuan dan dukungan dari mereka yang peduli dengan Anda. Anda juga dapat bergabung dengan kelompok tertentu yang dapat memberikan dukungan sosial dan membantu anda untuk kembali berpengharapan.
Kedua, lakukan perawatan diri yang memadai. Gaya hidup yang positif dengan nutrisi yang tepat, tidur yang cukup, asupan cairan yang memadai, dan olahraga teratur dapat memperkuat tubuh anda untuk beradaptasi dengan stress dan mengurangi dampak emosi seperti kecemasan atau depresi. Hindari godaan untuk mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan atau zat adiktif lainnya.
Ketiga, praktik spiritual seperti doa atau meditasi juga dapat membantu orang membangun koneksi dan memulihkan harapan yang dapat membuat mereka Prima untuk menghadapi situasi yang membutuhkan ketahanan. Anda juga dapat menulis jurnal sambil merenungkan berbagai aspek positif dari hidup anda dan mengingat kembali hal-hal yang masih bisa anda syukuri bahkan selamat masa-masa sukar anda.
Keempat, bantulah orang lain misalnya dengan menjadi sukarelawan atau menjadi suporter bagi teman yang membutuhkan. Ketika anda menolong sesama, rasa harga diri yang sehat akan bertumbuh yang dapat menolong anda untuk menyembuhkan resiliensi anda sendiri.
Kelima, bersikap proaktif adalah penting untuk mengakui dan menerima emosi anda selama masa-masa sulit. Namun, sikap proaktif penting untuk membantu anda mengembangkan penemuan diri anda. Anda perlu berinisiatif dan memotivasi diri selama masa stres dalam hidup anda, untuk meningkatkan kemungkinan anda bangkit kembali. Bangunlah tujuan yang lebih mungkin anda gapai dalam kondisi sekarang, usahakan mencari dan menemukan peluang baru.
Keenam, kembangkanlah sikap dan sifat baru, untuk meningkatkan resiliensi anda. Keyakinan diri, sikap optimis, dan berpengharapan baru sangat menolong untuk melampaui masa yang sukar. Anda yang selama ini kurang mampu mengekspresikan diri secara lisan atau tulisan mulailah belajar agar di kemudian hari anda mampu melakukannya dengan lebih baik.
Ketujuh, milikilah pikiran yang lebih yang sehat. Cobalah untuk mengidentifikasi pikiran anda yang tidak rasional selanjutnya adopsilah pikiran yang lebih realistis. Anda mungkin tidak dapat mengubah peristiwa yang sangat menegangkan, tetapi anda dapat mengubah cara anda menafsirkan dan meresponsnya. Terima perubahan karena krisis atau peristiwa menegangkan sebagai bagian dari kehidupan.
Kedelapan, belajarlah dari masa lalu anda dengan melihat kembali siapa atau apa yang membantu dalam masa-masa sulit sebelumnya. Anda dapat menemukan bagaimana anda dapat merespon secara efektif terhadap situasi sulit yang baru, Ingatkan diri sendiri dimana anda bisa menemukan kekuatan dan tanyakan pada diri sendiri apa yang telah anda pelajari dan pengalaman itu.
Bagi banyak orang menggunakan sumber daya mereka sendiri dan beragam strategi yang sudah di sebutkan di atas mungkin saja cukup untuk membangun resiliensi mereka. Akan tetapi, terkadang orang lain membutuhkan bantuan dari profesional kesehatan mental.
Bantuan profesional penting anda dapatkan jika anda merasa tidak dapat berfungsi sebaik yang anda inginkan atau melakukan kegiatan dasar kehidupan sehari-hari sebagai akibat dari pengalaman hidup yang trauommantis atau stres. Ingat baik-baik, kesehatan mental anda sangat berharga maka dari itu jagalah dan pertahankanlah dengan sekuat tenaga. (*)








