Indonesia Kejar Jepang, Program Gizi Nasional Dorong Generasi Lebih Tinggi dan Sehat

Selasa, 28/04/2026 - 23:36
Kepala BGN Dadan Hindayana

Kepala BGN Dadan Hindayana

Klikwarta.com, Makassar – Upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia kini mengarah pada pendekatan jangka panjang berbasis gizi dan perubahan gaya hidup. Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), Indonesia mulai mengadopsi strategi yang telah terbukti berhasil di Jepang dalam mendorong peningkatan tinggi badan dan kualitas kesehatan generasi secara signifikan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa Jepang menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan intervensi gizi terstruktur yang berdampak langsung pada peningkatan tinggi badan masyarakat. “Jepang itu sudah melakukan makan bergizi hampir 100 tahun. Kita lihat dalam kurun waktu sekitar 50 tahun, tinggi badan rata-rata laki-laki Jepang naik dari 159 cm menjadi sekitar 170 cm,” ujar Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum  PTN-BH yang dihadiri para rektor dari 24 PTN-BH di Makassar, Senin (27/4).

Menurut Dadan, keberhasilan tersebut tidak hanya berhenti pada peningkatan fisik, tetapi juga berlanjut pada perubahan pola hidup masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dalam fase awal, intervensi dilakukan melalui penyediaan makanan bergizi, kemudian dilanjutkan dengan edukasi, hingga akhirnya membentuk kebiasaan hidup sehat secara mandiri. “Awalnya intervensi, setelah itu edukasi, dan pada akhirnya menjadi kebiasaan gaya hidup sehat. Itu yang terjadi di Jepang,” katanya.

Menariknya, tren di Jepang menunjukkan bahwa peningkatan tinggi badan justru diikuti dengan penurunan berat badan dalam 20 tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pola hidup sehat yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga proporsi tubuh ideal. “Sekarang kita lihat, tinggi badan naik, tapi berat badan turun. Artinya gaya hidup sehat sudah terbentuk,” tambahnya.

BGN menilai pendekatan serupa relevan diterapkan di Indonesia, terutama melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok usia kritis. Intervensi difokuskan pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja untuk mendukung pertumbuhan fisik optimal.

Dadan menegaskan bahwa tanpa intervensi gizi yang tepat, potensi genetik anak tidak akan berkembang maksimal. “Anak dalam kandungan itu punya potensi genetik. Tapi kalau tidak diintervensi dengan menu gizi seimbang, potensi itu tidak akan muncul, bahkan bisa terjadi stunting,” ujarnya.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait