Ketua Kwarda Pramuka Jatim, Arum Sabil
Klikwarta.com, Jatim - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas di Jawa Timur mendapat perhatian dari Kwarda Pramuka Jawa Timur.
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Brigade Penolong 13 untuk bersiaga membantu penanganan karhutla di seluruh wilayah Jawa Timur.
Brigade Penolong 13 merupakan pasukan khusus gerakan Pramuka yang tersebar di 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
"Meluasnya Karhutla yang sudah ada, maka Kwarda Pramuka Jawa Timur telah menginstruksikan kepada Brigade Penolong 13 yang merupakan pasukan dan gerakan Pramuka yang ada di masing-masing 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur," ujar Arum.
Ia menjelaskan, pasukan tersebut diminta untuk bahu-membahu bersama pihak berwenang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini BPBD, untuk menyelesaikan persoalan kebakaran.
"Kita punya pasukan itu untuk terus bersiaga bahu-membahu pihak yang berwenang, yang punya kewenangan terkait dengan bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan kebakaran, di samping juga dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam hal ini dari BPBD," katanya.
Menurut Arum, Brigade Penolong telah dibekali pengetahuan untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas. Salah satunya dengan teknik lokalisir api.
"Brigade Penolong sudah kita berikan bekal bagaimana kebakaran tidak meluas. Seperti misalnya, tebu untuk keperasan setelah ditebang dibakar. Tapi bagaimana kebakaran tidak meluas? Dilokalisir di situ. Misalnya ada alang-alang, ada rumput penghantar atau kayu, kita bersihkan agar dia tidak meluas kemana-mana. Salah satunya itu," jelasnya.
Terkait mewajibkan kembali ekstrakurikuler Pramuka di sekolah, Arum Sabil mengaku hal tersebut sebenarnya sudah berjalan atas kesadaran masing-masing sekolah.
Ia menilai, kewajiban tanpa kesadaran tidak akan berjalan efektif. Saat ini, sekolah-sekolah dinilai sudah menyadari pentingnya Pramuka.
"Semua sudah melakukan dengan kesadaran diri. Karena kewajiban, kalau tidak ada kesadaran juga tidak akan dilakukan. Sekarang ini sudah sekolah-sekolah semua sudah menyadari dan kesadaran dari sekolah itu untuk mewajibkan itu," ujarnya.
Arum menekankan, pendidikan Pramuka penting untuk membentuk fisik, akal, dan karakter generasi muda agar tidak rapuh dan mandiri.
"Karena apa? Bicara Indonesia tahun 1945, pertama kali bukan akalnya, tapi fisiknya dipersiapkan, setelah itu baru akalnya, setelah itu baru karakternya. Jadi gitu ya, ini kebutuhan kita bersama. Di mana tempat untuk mendidik mereka? Hanya Pramuka," pungkasnya.








