Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi Gelar Temu Kemitraan Dengan Pelaku Usaha Pengolah Perikanan

Minggu, 29/09/2024 - 21:54
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi Gelar Temu Kemitraan Dengan Pelaku Usaha Pengolah Perikanan

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi Gelar Temu Kemitraan Dengan Pelaku Usaha Pengolah Perikanan

Klikwarta.com, Bekasi Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi mengadakan Temu Kemitraan Pelaku Usaha Pengolah Perikanan pada Jumat 27/09 di Kantor BPBD Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi Iman Santoso menjelaskan, wilayah Kabupaten Bekasi terdiri 23 kecamatan ada 180 desa dan 7 lurah yang luas lahannya 127 388 hektar, artinya begitu besar potensi demografinya. jadi kami masih mohon arahan, mohon bantuan fasilitasi, sharing sampai sejelas-jelasnya, tentunya dengan menyesuaikan potensi olah ikan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, artinya sudah ada Patin, sudah ada Lele, bahkan olahan ikan yang lain.

Diterangkan Iman Santoso, di belakang ada teman dari Saudia, beliau sudah masuk ke sana juga buat stimulant, teman-teman yang lain bisa masuk lebih banyak untuk bisa memaksimalkan hasilnya. tadi pesan Pak juri  juga, contoh olah ikan harus bisa zero waste, artinya dari ekor sampai kepala bisa Dimanfaatkan termasuk rajungan, ikan lele, Patin, dan termasuk teman-teman olahan ikan lainnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi Iman Santoso mengungkapkan, salah satu masalah UMKM di daerah adalah sering terkendala dalam pemasaran produk, karena minimnya pemasaran.  tadi bahkan Pak juri juga sudah sampaikan termasuk kondisi potensi. oleh sebab itu, tindakan perlu di lakukan sebagai bentuk memaksimalkan usaha pengolah ikan untuk menjadi sarana memperluas pemasaran produk.

Dijelaskan Iman Santoso lagi, Minggu lalu kita juga mengundang teman-teman olah ikan dari wilayah Cikarang Timur, yang mana olah ikan itu timnya muda-muda dari HAM. jadi kami undang teman-teman Dinas, Operasi untuk memfasilitasi agar punya kekuatan hukum dan produknya halal. jadi sebisa mungkin dan semaksimal mungkin pemerintah daerah harus memfasilitasi hal-hal tersebut untuk lebih memajukan produk olah ikan.

Diterangkan Iman Santoso lagi, yang perlu kami sampaikan bahwasannya sekarang sudah didengungkan yang namanya pentahelix. pentahelix dalam bahasa singkatnya merupakan kegiatan kolaborasi untuk mencari inovasi dari teman-teman juga teman-teman swasta, teman-teman pebisnis, akademisi, teman-teman pemerintah baik pusat provinsi dan daerah termasuk media masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal yang ada.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi Iman Santoso menjelaskan, hari ini kita diskusi tentang pengembangan olah ikan. jadi kalau kita bergerak sendirian, gak bisa, perlu ada kolaborasi atau bahasa singkatnya kerjasama. itu bisa kita tunjukkan kalau ibu udah maju, tolong ditularkan sama teman-teman kelompok yang lain, nanti kita fasilitasi untuk izin dinas dan koperasinya.

Ditambahkan Iman Santoso lagi, "Saya harus mengejar komitmen bersama dengan Dinas yang lain, baik krusial, koperasi, umkm, sampai dengan evident", ujarnya.

Begitu Juga dikatakan oleh Kepala Bidang Penguatan Daya Saing, pada pagi hari ini kita bisa berkumpul bersama dalam kegiatan Temu Kemitraan Pelaku Usaha Pengolah Perikanan yang di selenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi.

Ketua Panitia Kepala Bidang Penguatan Daya Saing menjelaskan, Maksud dan tujuan pada kegiatan ini masyarakat turut melihat dan dapat memotivasi umkm. Dan sasaran kegiatan ini untuk umkm pengolahan ikan, yang terdiri dari umkm di Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi dari 20 camat yang tersebar di kab Bekasi. tegasnya.

Ketua Panitia Kepala Bidang Penguatan Daya Saing berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses. Tidak hanya itu, simbolis Penyerahan Kegiatan Pengolah ikan juga diserahkan oleh Bapak Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi kepada pelaku UMKM.

Begitu juga dikatakan Joni sebagai Narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, Salah satu kekurangan di usaha mikro itu dilihat dari struktur, poin, dll. Kalau misalnya tidak sesuai, silahkan dikontrol saja.

Narasumber Joni menjelaskan, Langkah pertama pastikan dulu, karena usaha di mikro itu standarisasi. kemudian pengolahan atau operasional tidak selalu sama, sehingga mutunya kadang bagus, kadang tidak. standar itu tidak setiap waktu.

Narasumber Joni menambahkan, Demikian juga khas, itu ada di mutu, dia naik turun. Jika dia tidak turun, maka karena feel itu diperhatikan. Itu yang pertama, mutu. Yang kedua adalah market. Pasti tidak ada, Karena tidak mempunyai makna yang sifatnya aktif Atau rutin. Sehingga tumbuhnya usaha mikro ini tergencet. Kalau tidak ada belajar, begitu semua, Sehingga tidak berfungsi. sebenarnya market itu untuk menyewa satu tempat atau di mall,kemudian research. ini merupakan salah satu akses utama pemasaran usaha mikro. Kemudian yang ketiga adalah modal. Dan yang ke empat adalah medisumen. Ujar Joni dari Kementerian Perikanan dan Kelautan

Sebelum acara ini dimulai, peserta menyanyikan lagu Indonesia raya. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Bekasi, Kepala Bidang Penguatan Daya Saing, Narasumber Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, Direktorat Pemasaran Ditjen PSKP Kementerian Kelautan dan Perikanan. (RT)

Berita Terkait