Staf operasi Basarnas Yudi Patria saat memberi keterangan ke awak media
Klikwarta.com, Bengkulu - Staf operasi Basarnas Yudi Patria menjelaskan peristiwa tenggelamnya Arief Maihendra (18) di Pantai Panjang Bengkulu pada Kamis (2/01/2020) sekira pukul 15.02 WIB.
Berawal ketika, korban bersama 3 orang rekannya berlibur di Kawasan Pantai Panjang Bengkulu. Sekira pukul 13.00 WIB, korban bersama rekan-rekannya tiba dilokasi pantai panjang.
Kemudian mereka bermain dipinggir pantai. Tak lama kemudian korban bersama rekannya Restu dan Muhammad Arif mandi ke pantai sekira pukul 14.00 WIB. Namun, saat itu dinggatkan rekannya yang lain Kiki, sayangnya peringatan itu tidak digubris ketiganya dan tetap mandi di pantai.
Selanjutnya, Muhammad Arif menepi ke pinggir sedang dua rekannya masih asyik mandi. Namun, seketika datang ombak besar menyeret keduanya, Restu mencoba menolong Arif Maihendra yang memang tidak bisa berenang. Korban sempat di gendong oleh Restu, namun terjangan ombak cukup besar sehingga korban lepas dari gendongan Restu dan terseret gulungan ombak. Restu pun kembali menepi dengan keadaan syok.
"Mereka mandi, tapi sebelumnya sudah ada imbauan untuk tidak mandi di pantai. Sepertinya mereka tidak mengindahkan peringatan itu", tutur Yudi Partria.
Diketahui, keempatnya merupakan warga Sungai Lilin Jaya RT 04 RW 04 Kelurahan Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyu Asin, Provinsi Sumatera Selatan. (Djnong)
Baca juga :
- Breaking News, 1 Orang Warga Sumsel Tenggelam Terseret Ombak Pantai Panjang Bengkulu
- Info Terkini, Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Panjang Bengkulu








