Benjamin Kristianto Optimis KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Senin, 13/07/2026 - 20:08
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS

Klikwarta.com, Surabaya - Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS, menilai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memiliki potensi besar untuk menguatkan perekonomian desa. Baginya, keberadaan koperasi mampu membuat perputaran uang tetap beredar di desa sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

Pernyataan itu disampaikan dr. Benjamin Kristianto di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

"Setiap desa atau kelurahan dibuat koperasi. Daripada masyarakat berbelanja di minimarket atau pasar modern, lebih baik berbelanja di koperasi. Pendapatan dari penjualan beras, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya akan kembali ke koperasi. Bahkan kalau nanti ada subsidi sembako, harga beras bisa lebih murah," ujarnya.

Benjamin menjelaskan, dengan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau di KDMP, masyarakat diharapkan beralih berbelanja ke koperasi. Dengan skema itu, keuntungan usaha tidak hanya dinikmati pemilik modal besar, tetapi kembali kepada masyarakat selaku anggota koperasi.

"Kalau masyarakat belanja di perusahaan besar, yang untung perusahaan. Tapi kalau keuntungan didapat koperasi, manfaatnya kembali kepada anggota koperasi. Koperasi adalah usaha bersama sebagai amanat Pasal 33 UUD 1945, sehingga perekonomian harus sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," jelas politikus Partai Gerindra tersebut.

Menurut Benjamin, konsep Koperasi Desa Merah Putih tidak terbatas pada gerai sembako saja. Koperasi juga didesain memiliki layanan kesehatan berupa klinik dan apotek, serta menjadi pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Di koperasi nantinya ada klinik untuk pelayanan kesehatan, ada apotek agar masyarakat desa lebih mudah mendapatkan obat, dan ada gerai UMKM sehingga produk-produk desa bisa dipasarkan lebih luas," katanya.

Ia menambahkan, keuntungan yang diperoleh koperasi juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan simpan pinjam bagi anggota. Dengan begitu, dampak ekonomi dari koperasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

"Kalau dikelola koperasi, hasil usahanya bisa dipakai untuk simpan pinjam anggota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi di desa," ucap Benjamin.

Meski begitu, Benjamin mengingatkan agar pengelolaan koperasi dijalankan secara profesional dan terbebas dari penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memiliki niat baik sehingga tidak boleh dirusak oleh oknum pengelola.

"Program ini tujuannya baik, jangan sampai dinodai oleh oknum. Manajer dan pengelola koperasi harus menjaga kepercayaan yang diberikan. Jangan sampai terjadi penyimpangan seperti yang pernah terjadi pada program lain. Yang salah bukan programnya, tetapi oknumnya," tegasnya.

Benjamin juga menyoroti pentingnya pemilihan lokasi pembangunan KDMP. Menurutnya, koperasi harus didirikan di tempat yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat agar fungsinya bisa berjalan optimal.

"Kalau anggarannya sudah disiapkan, bangunlah tempat yang layak dan strategis, mudah diakses masyarakat. Jangan sampai dibangun di lokasi yang terpencil," imbuhnya.

Benjamin menambahkan, penetapan lokasi pembangunan koperasi harus melalui koordinasi antara pemerintah desa, aparat setempat, dan pihak terkait. Tujuannya agar keberadaan KDMP benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

"Desa bersama aparat dan pihak terkait harus menentukan lokasi yang benar-benar strategis. Jangan asal membangun karena nanti justru tidak dimanfaatkan masyarakat," pungkasnya. (**) 

Tags

Berita Terkait