HUT ke-81 RI, Lia Istifhama Minta Jaga Persatuan dan Kuatkan Sinergitas Bangsa

Selasa, 18/08/2026 - 03:17
Anggota DPD RI, Lia Istifhama

Anggota DPD RI, Lia Istifhama

Klikwarta.com, Jatim - Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat persatuan di usia ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kedamaian yang masih terjaga hingga saat ini harus terus dirawat bersama.

“Syukur Indonesia di usia 81 tahun kemerdekaan ini masih saja damai dan semoga seterusnya bangsa kita damai sejahtera,” ujar Lia, Senin (17/8/2026).

Lia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa, atas penanganan berbagai musibah yang terjadi di daerah. Ia mencontohkan respons cepat saat kebakaran di Gunung Bromo beberapa waktu lalu.

“Terbukti beliau dan jajaran Pemprov, BPBD dan BNPB semuanya bersatu padu, kompak untuk menyelesaikan terkait dengan kebakaran itu dan cepat selesai alhamdulillah. Ini bukti bahwasannya sinergitas kerja bersama itu benar-benar diperkuat dan selalu diimplementasikan secara optimal oleh Ibu Gubernur Khofifah,” kata Lia.

Lia berpesan kepada masyarakat agar perbedaan pendapat tidak sampai merusak persatuan. Ia mengingatkan semangat Pancasila, khususnya sila ke-4 tentang musyawarah mufakat.

“Kita harus sama-sama menjaga keberlangsungan kemerdekaan ini, kita harus sama-sama damai, tidak boleh ada pertikaian. Kalau misalnya ada silang pendapat, ayolah kita rembuk bersama. Seperti halnya kita bicara Pancasila, ada namanya musyawarah mufakat,” tegasnya.

“Jadi jangan sampai perbedaan pendapat itu kemudian membuat kita merobek semangat persatuan bangsa. Sedangkan anak cucu kita butuh damai juga. Jangan sampai kita bicara kedamaian untuk kita sendiri, tapi generasi setelah kita harus juga damai semuanya,” lanjutnya.

Menurut Lia, di usia 81 tahun ini Indonesia harus memperkuat 3 pilar utama: kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran. Hal itu dimulai dari kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hingga keadilan yang berangkat dari penguatan Sumber Daya Manusia.

“Keadilan itu terwujud ketika SDM itu benar-benar mendapatkan atensi dari pemerintah. Jadi aspek SDM itu adalah bagaimana pemerataan pendidikan, bagaimana kesejahteraan guru, terutama guru honorer, dan banyak lainnya aspek-aspek,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Lia menyampaikan harapan khusus agar pemerintah lebih memperhatikan penyandang disabilitas beserta keluarga mereka.

“Saya sendiri memiliki sebuah keinginan khusus, semoga negara kita senantiasa lebih memperkuat kepedulian kepada anak-anak difabel, dan orang tuanya. Jadi bukan hanya anak difabelnya, tapi orang tuanya juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait