Benjamin Kristianto saat Jenguk Bayi Gagal Operasi Bibir Sumbing
Kliwkarta.com, Jatim - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Benjamin Kristianto menjenguk bayi bibir sumbing, Naura Fitri di Sidoarjo. Kedatangan Benjamin untuk melihat kondisi kesehatannya. Naura Fitri Ini merupakan bayi yang baru dioperasi, namun gagal karena gizinya buruk.Dengan begitu, bibir sumbingnya kembali terbuka.
"Kami kunjungi di Sidoarjo, kami datangi bayi dengan keadaan bibir sumbing dan operasinya gagal, karena gizinya kurang baik sehingga terbuka lagi bibir sumbingnya," katanya, 27 Februari 2023.
Dalam Kesempatan itu, Benjamin memberi dukungan moril dan bantuan makanan bergizi, seperti susu balita. Benjamin bersama timnya memberi pemaparan tentang makanan bergizi, tetapi mudah dijangkau harganya.
Benjamin menegaskan bahwa kasus bibir sumbing pada bayi Naura Fitri merupakan salah contoh pentingnya kuratif dan preventif. Pemerintah harus bisa memberikan penyadaran agar para orang tua bisa memberi makanan bergizi bagi balita, dan tidak harus yang mahal harganya.

Komisi E mendorong Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo segera memberikan penanganan, untuk mengurangi penderitaan balita Naura Fitri. Salah satunya membuat kebijakan demi mempercepat penanganan bibir sumbing. "Kasus seperti ini harus dipikirkan juga," pintanya.
Benjamin berharap dalam kegiatan sosialisasi program pencegahan gizi buruk dengan petunjuk teknisnya. Setelah diadakan pelatihan, diharapkan bisa merekrut masyarakat lain hinga terbentuk kelompok-kelompok penyuluhan. Nantinya tiap kelompok sosialisasikan makanan-makanan yang mudah didapat, tetapi gizinya tinggi. “Jadi ada pelatihan untuk mengubah mindset, merubah perilaku, budaya,” harapnya
"Ada promotif dan preventif seperti kumpulkan kelompok dan memberikan pelatihan gizi," jelasnya.
Politisi asal Partai Gerindra itu menjelaskan, selain pencegahan, pentingnya pemahaman dalam penanganan ketika ada kasus gizi buruk. Maka dalam program itu harus ada promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Jika ada bayi gizi buruk harus diberi pengobatan agar balita tersebut bisa disembuhkan.
"Ada juga yang kuratif dan rehabilitatif. Balita yang gizinya jelek harus diobati supaya tidak menimbulkan kecacatan," pungkasnya. (adv)








