Doa bersama Bupati Malang, usai peresmian Taj Mart MWC NU Pakis
Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Bupati Malang, H.M Sanusi, resmikan Taj Mart MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pakis, Senin (31/1/2022). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sanusi, tepat di depan pintu masuk Taj Mart. Peresmian Taj Mart ini, bertepatan dengan momen Harlah ke-96 NU.
Hadir pada peresmian tersebut, sejumlah pengurus MWC NU Pakis, Muspika dan sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Pakis.
"Selamat dan sukses atas didirikannya Taj Mart ini, semoga kehadiran Taj Mart ini mampu menjadi inspirasi seluruh anggota MWC NU Pakis dalam meningkatkan perekonomian dan kreativitas", ucap Bupati di awal sambutannya, usai peresmian. Ia pun berharap kepada seluruh warga NU Pakis agar mensupport Taj Mart tersebut sehingga bisa berkembang.
Bupati juga mengingatkan, manajemen Taj Mart harus mampu bersikap profesional dalam hal manajerial usaha. Misalnya memperhatikan segala bentuk kegiatan yang berlangsung dan seluruh transaksi harus tercatat, serta tertata dengan baik. Terlebih perihal berapa modal awal dan keuntungan yang didapat, serta biaya operasional yang dikeluarkan manajemen.
Sebab, jika tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka akan berdampak buruk. Bahkan tinggal menunggu waktu menuju kebangkrutan.
"Jangan sampai lupa, masa berlaku barang yang dijual juga harus dipantau dan diperhatikan", tegasnya.
Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, kreativitas dan kemandirian untuk mendirikan jenis usaha mini market ini, baru dimiliki oleh MWC NU Kecamatan Pakis.
"Karena itu, dengan lahirnya Taj Mart ini, harus tercipta juga di Kecamatan lain", harap Sanusi.
Pria asal Kecamatan Gondanglegi itu menambahkan, kegiatan dunia dan akhirat harus seimbang. Dua sisi sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan Presiden Joko Widodo, juga selalu mengingatkan agar Kerja Kerja dan Kerja.
Dzikir kepada Allah SWT, lanjut dia, bisa dilakukan dimana-mana. Tidak harus menunggu duduk bersila. Bisa di setiap detak jantung, sambil bekerja juga bisa berdzikir.
"Saat ini, menjalankan ekonomi sudah serba digital, dengan begitu, kemajuan IT bisa dimanfaatkan. Semua sudah diatur oleh Allah SWT", ujarnya.
Diakhir sambutannya, Sanusi tak lupa memberikan saran agar warga NU Pakis tidak perlu malu mencontoh sikap kemandirian yang sudah lebih dahulu maju. Misalnya di Kecamatan Jabung.
Di sana sudah ada produk susu sapi perah. Bahkan kotoran dari ternak sapi perah bisa dijadikan biogas. Begitu pula halnya limbah pengelolaan biogas bisa dijadikan pupuk.
"Jadi jangan malu untuk meniru yang baik dan sudah berjalan. Terpenting bagaimana kita bisa meningkatkan perekonomian", demikian pesan Bupati Malang.
Pewarta : Asral/Edy








