Batu Bata Kuno Diduga Bagian Candi
Klikwarta.com, Malang - Kawasan perbukitan yang berada di lereng Gunung Arjuno atau tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, yang sejak dulu dianggap wingit atau angker oleh warga setempat, ternyata menyimpan sesuatu yang berkaitan dengan peradaban masa lalu.
Hal itu terungkap, usai hujan yang mengguyur terus menerus di kawasan tersebut, membuat tanah disekitarnya turun, dan terlihat keberadaan tumpukan batu bata kuno terbuat dari batu andesit.
Thamam atau biasa dipanggil Imam, Kepala Dusun Sayang menuturkan (kamis,6/2/2019), hujan yang terus menerus terjadi disekitar kawasan lereng Gunung Arjuno, diduga sebagai penyebab turunnya tanah.
Akibatnya, tumpukan batu bata kuno terlihat bermunculan disekitar lokasi yang dulunya dianggap "zona angker".
Disebut zona angker, lantaran lokasi tersebut sering membuat warga ketakutan, dan lari menjauhinya. Dari penampakan sosok hitam tinggi besar, ular berukuran tidak wajar atau besar, hingga cahaya putih yang tiba-tiba muncul.
Selain zona angker, ada "zona anti subur", dimana areal ini tidak ada tanaman yang bisa tumbuh, kecuali rumput liar. Walaupun pernah ada yang berusaha menanamnya dengan berbagai cara, nyatanya tanaman itu tidak dapat tumbuh.
Imam menambahkan, areal yang disebut zona angker dan zona anti subur, keduanya tak terjamah oleh warga setempat, selama lebih dari 5 tahun.
Batu bata kuno yang sebagian terlihat tersebut berbeda-beda ukuran, baik panjang, lebar maupun ketebalan. Selain itu, ada relief, dan trap pada batu bata kuno ini, sekaligus menunjukkan ada campur tangan manusia dalam proses pembuatannya.
Disamping batu bata kuno terbuat dari batu andesit, ternyata ada batu bata kuno yang terbuat dari tanah atau bata merah. Batu bata kuno atau bata merah tersebut berukuran berbeda-beda, baik panjang, lebar maupun tebal, dan jauh lebih berat ketimbang batu bata pada umumnya.
Ada 2 kelompok batu bata kuno yang terlihat wujudnya, dan keduanya saling berdekatan. Satu kelompok terlihat saling bertumpukan, sedangkan satu kelompok lainnya, terlihat berantakan.
Kendati satu kelompok disampingnya tersebut terlihat berantakan, dibawahnya atau yang menempel tepat ditanah, terlihat seperti tersusun. Disekitarnya, rumput liat tumbuh tidak begitu tinggi, namun cukup lebat, sehingga menutupi batu bata yang ada dipermukaan tanah.
Melihat kondisi perbukitan, apabila benar-benar batu bata kuno tersebut bagian dari bangunan candi, kemungkinan ukurannya sangat besar.
Hal ini mengacu adanya temuan batu bata kuno yang ada disekitarnya, dengan jarak maupun ketinggian yang berbeda. Batu bata kuno itu terlihat seperti tersusun, kendati sebagian terlihat tercecer ditanah.
Batu bata tersebut, juga menunjukkan tanda-tanda adanya campur tangan manusia, karena ada bentuk trap yang terlihat jelas.
Terkait lokasi, dikatakan Imam, keberadaan batu bata kuno ini diapit 3 gunung sekaligus, yaitu Gunung Kelud, Gunung Kawi, dan Gunung Arjuno. Namun, berdasarkan geografis, lokasi tersebut berada di lereng Gunung Arjuno.
Konon, sudah banyak nyawa melayang, akibat berbuat "negatif" dilokasi tersebut, dan terakhir 1 kejadian yang terjadi pada tahun 2020.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada kepastian latarbelakang dari temuan batu bata kuno yang diduga candi tersebut, kapan dibangun, dimasa kerajaan atau raja siapa dibangun, maupun wujud yang sebenarnya. (dodik)








