Bagaimana Menjadi Anak Rantau

Minggu, 09/07/2023 - 11:39
Ilustrasi Pergi Merantau (sumber:freepik)

Ilustrasi Pergi Merantau (sumber:freepik)

Oleh : Indah Khaira Azahra 

Klikwarta.com - Membahas soal merantau, kira-kira apa ya yang membuat anak rantau itu bermental kuat dan dewasa dalam pribadinya ? Beberapa orang ada yang memiliki pemikiran jika menjadi anak rantau itu enak, karena mereka dapat hidup bebas tanpa pengawasan orang tua, jika salah satu dari kamu memiliki pemikiran seperti itu maka kamu salah besar menilai tentang anak rantau. Karena sebenarnya menjadi anak rantau itu sangatlah berat.

Sebagai anak rantau akan melalui beberapa kesulitan. Mereka harus berjuang dan berusaha di kota atau negara yang menurut mereka masih asing di diri mereka. Ada banyak curhatan anak rantau yang bisa dibaca di media sosial. Mulai dari kisah pilu karena rindu keluarga, kesulitan mencari makanan, dan kehabisan uang saku. Namun tidak sedikit fakta anak rantau lainnya yang penuh suka cita, misalnya bertemu dengan teman baru yang sudah seperti keluarga, serta kesuksesan merintis bisnis di tanah rantau.

Salah satu curhatan anak rantau yang paling sering muncul adalah tentang homesick dan rindu keluarga. Selain itu, untuk anak rantau yang memiliki uang saku terbatas masih dibayangi oleh kesulitan ekonomi. Kadang-kadang tentu muncul keinginan untuk menyerah karena tidak betah hidup di perantauan. Berikut ini tips betah di perantauan yang bisa kamu terapkan.

1. Mengikuti Organisasi di Kampus Atau Mencari Kesibukan
Saat berkuliah adalah waktu yang tepat untuk mengikuti organisasi kemahasiswaan. Dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan, mahasiswa rantau akan merasakan banyak manfaatnya salah satunya adalah mengurangi kesepian. Organisasi kemahasiswaan juga merupakan kegiatan positif karena mampu mengasah soft skill. Banyak perusahaan yang melihat pengalaman pelamar dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan.

2. Batasi Komunikasi dengan Keluarga 
Jalin komunikasi dengan orang tua dan keluarga memang perlu untuk mengobati rasa rindu. Namun, tahukah kamu bahwa terlalu sering video call dengan orang tua juga dapat membuatmu baper dan susah move on. Sebaiknya kamu membatasi komunikasi dengan keluarga dan mengalihkan perhatian pada kesibukkan baru di perantauan.

3. Memilih Tempat Tinggal
Memilih akomodasi adalah hal pertama yang harus dilakukan dan dipikirkan. Jika  memiliki saudara ataupun kerabat di rantauan sebisa mungkin menumpang kepada mereka. hal itu dilakukan agar tidak repot memikirkan biaya sewa kost maupun kontrakan. Jika tidak memiliki kerabat maka harus menyewa kost. Kamu dapat mencari kost yang letaknya dekat dengan kampus sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi. Jangan lupa cari biaya kost yang sesuai dengan kemampuan masing-masing ya.

4. Hidup sesuai kemampuan
Sekadar bertahan hidup biayanya gak terlalu besar. Namun, kalau sudah bicara gaya hidup, uang berapa pun bisa terasa gak ada artinya. Jadi, jangan sampai kamu terjebak dalam gaya hidup yang melebihi kemampuanmu. Apabila kamu masih mendapatkan suntikan dana dari orangtua, cukupkan itu buat memenuhi kebutuhanmu. Jangan malah mereka harus mengongkosi gaya hidupmu yang makin tinggi setelah jadi orang kota. Ingat, terbiasa fokus pada kebutuhan hidup, bukan gaya hidup.

Sebagai anak rantau memang dituntut untuk keluar dari zona nyaman mereka agar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Jika kamu anak rantau pasti kamu juga pernah merasakan kesulitan-kesulitan tersebut. Namun selama kamu siap dan yakin menjalaninya, pasti kamu bisa melewati kesulitan tersebut. Karena menjadi anak rantau akan memberikan banyak pengalaman hidup. 

Tags

Berita Terkait