Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa di Bundaran Kartasura Sukoharjo Berakhir Ricuh, Satu Truk Satpol PP Dibakar Massa

Jumat, 09/10/2020 - 01:39
Unjuk rasa ribuan mahasiswa di kawasan Bundaran Kartasura Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

Unjuk rasa ribuan mahasiswa di kawasan Bundaran Kartasura Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

Klikwarta.com, Sukoharjo - Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang - Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Bundaran Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Kamis (8/10/2020) siang dipadati ribuan demonstran.

Ribuan massa dari mahasiswa itu datang dari berbagai kampus di wilayah Solo Raya, di antaranya UMS, UNS, IAIN Surakarta yang tergabung dalam Aliansi Solo Raya Menggugat.

Massa aksi yang sudah berdatangan sejak pukul 13.00 WIB terus memadati kawasan Bundaran Kartasura hingga membuat jalur Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar) sempat menjadi lumpuh, sehingga sejumlah akses jalan penghubung di jalur antar kota itu pun dialihkan.

Sejumlah perwakilan mahasiswa pun mulai berorasi dari atas truk yang bergerak dari arah timur titik lokasi demonstrasi, disusul gelombang ribuan mahasiswa dari berbagai arah.

Dalam orasinya, mereka menolak dan mendesak DPR RI untuk mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan. Mereka tetap bertahan meskipun aksi tersebut sempat diguyur hujan deras dan mendapat pengawalan yang ketat dari pihak aparat keamanan.

s

Aksi unjuk rasa yang sejak semula berlangsung damai itu mendadak berakhir ricuh saat tiba - tiba aparat keamanan mendapat lemparan botol dan juga batu dari arah kerumunan massa. Aparat kepolisian lantas menembakan gas air mata ke arah pengunjuk rasa hingga akhirnya konsentrasi ribuan mahasiswa itu dapat terpecah dan membubarkan diri berlarian ke berbagai arah.

Demonstrasi mahasiswa yang berakhir ricuh itu pun menyebabkan sebuah truk milik Satpol PP Sukoharjo dibakar massa.

Terkait pengamanan aksi unjuk rasa yang terjadi di dua lokasi, Kapolres Sukoharjo, AKBP. Bambang Yugo Pamungkas kepada wartawan mengatakan, pihaknya dibackup penuh dari Polda Jateng, Polres se-Solo Raya, Brimob dan Satpol PP Sukoharjo.

"Kegiatan pengamanan ada di dua tempat, yaitu yang pertama di simpang empat Kampus Univet Bantara Sukoharjo dan yang kedua di simpang tiga Kartasura. Untuk personil yang kita libatkan totalnya ada seribu personil, karena tadi ada tambahan backup personil dari Polresta Surakarta dan Polres se-Solo Raya, Brimob dan Satpol PP Sukoharjo," jelasnya. 

Hingga saat ini, AKBP. Bambang Yugo Pamungkas menambahkan, pihaknya masih melakukan identifikasi terkait pemicu terjadinya kericuhan dan pembakaran kendaraan operasional milik Satpol PP Sukoharjo itu.

"Polisi masih mengidentifikasi. Nanti ada tim," ucapnya.

Saat ditanya terkait adanya peserta aksi yang diamankan dan korban luka akibat kericuhan unjuk rasa itu, Kapolres Sukoharjo mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan inventarisasi.

"Masih kami inventaris. Kami juga akan melakukan penyisiran dengan melakukan patroli berskala besar bersama TNI dan Polri," tandasnya. 

AKBP. Bambang Yugo Pamungkas juga menyampaikan bahwa situasi saat ini pun sudah kembali kondusif, aman dan terkendali.

"Dan Polri akan tetap menjamin keamanan untuk seluruh warga," pungkasnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait