Satpol PP Kota Bengkulu Robohkan Warem di Beringin Raya

Selasa, 27/01/2026 - 19:20
Satpol PP Kota Bengkulu Merobohkan Bangunan Warung Remang-remang/Foto : MC

Satpol PP Kota Bengkulu Merobohkan Bangunan Warung Remang-remang/Foto : MC

Klikwarta.com, Kota Bengkulu - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar warung remang-remang (Warem) yang berada di Beringin Raya, Selasa (27/1). Dibawah pengawasan ketat puluhan personel Satpol PP Kota Bengkulu, bangunan-bangunan yang selama ini dijuluki warga sebagai "warung remang-remang" (warem) akhirnya rata dengan tanah.

Selama ini, bangunan-bangunan tersebut berdiri dengan kedok menjual makanan. Namun di balik remang lampu, tersimpan realita yang menyayat hati masyarakat. Tokoh agama, tokoh adat, hingga kaum ibu sudah lama memendam keresahan yang mendalam.

"Tadi Ibu-ibu menyampaikan dengan sangat jelas, mereka resah. Praktik ini mengganggu lingkungan kita. Kedoknya jual makanan, tapi isinya hiburan malam," tegas Kasatpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang didampingi Camat Muara Bangkahulu Bambang dan Lurah Beringin Raya Lena Hayati.

Bagi warga RT 07 Kelurahan Beringin Raya, malam hari bukan lagi waktu untuk beristirahat, melainkan ujian kesabaran. Suara musik yang dentumannya menggetarkan kaca rumah, jeritan knalpot balapan liar, hingga pemandangan memuakkan dari para pemabuk yang kehilangan kesadaran.

"Sering terjadi perkelahian. Ada warga mabuk lari ke rumah warga lain sampai baku tinju," ujar warga.
Dalam proses pembongkaran, sempat muncul drama kecil. Salah seorang pemilik bangunan memohon dengan sangat agar bangunannya tidak diruntuhkan dan diizinkan menjadi tempat tinggal biasa.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Hati masyarakat sudah terlanjur membeku karena janji-janji manis yang berulang kali dikhianati.

"Sebenarnya warga Kota Bengkulu ini sangat baik, ramah, dan mudah percaya. Tapi kalau sudah diingatkan berkali-kali dan tidak diindahkan, ya susah. Hari ini rasa tidak percaya warga sudah memuncak," lanjut Sahat.

Tidak ada bentrokan fisik antara aparat dan pemilik bangunan. Menyadari desakan warga dan bukti pelanggaran yang nyata, para pemilik akhirnya memilih membongkar sendiri bangunan mereka.

Satpol PP hadir bukan sebagai musuh, melainkan sebagai tangan bantuan untuk mempercepat berakhirnya warung-warung yang dianggap sebagai sumber penyakit masyarakat tersebut.

Kini, debu dari reruntuhan bangunan itu mulai mengendap, menyisakan harapan bagi warga Beringin Raya untuk kembali menikmati malam yang sunyi, damai, dan bermartabat. Pemerintah telah bertindak, dan rakyat mengawal dengan doa. (**)

Berita Terkait