Kelompok Tani Poktan Bengkulu Utara Protes Sambangi Dinas Perkebunan

Sabtu, 01/06/2019 - 17:09
Kepala Bidang Pengebangan Tatang Syuryadi

Kepala Bidang Pengebangan Tatang Syuryadi

Klikwarta.com - Program Replanting yang saat ini marak bagi petani, membuat beberapa kelompok tani Poktan mengajukan surat pengunduran diri karen di buat pusing dengan pemberitaan sebelumnya. Hal ini di tunjukan oleh petani dengan mendatangi Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, Jumat (31/5/2019). 

"Saya atas nama pribadi dan sebagai ketua Poktan Tani Makmur Desa Suka Makmur Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara menyatakan, tidak akan mengajukan proposal pengajuan program peremajaan kelapa sawit (replanting) di karenakan kami tidak sanggup dengan isu-isu di beberapa media yang tidak sesuai dengan kenyataan dan seolah-olah mencurigai poktan tidak melaksanakan program Replanting sesuai petunjuk teknis dan penyelewengan dana. Padahal petani masih kekurangan dana (masih berswadaya) dari total biaya yang di perbantukan pemerintah", jelas Giyanto selaku ketua poktan Tani Makmur.

Sementara Asrin Efendi ketua Poktan Batu Jorong Desa Gunung Selan Kecamatan Kota Arga Makmur sependapat, "Selaku kelompok tani niat murni untuk bertani mulai dari lahan, bibit dan pupuk serta lainnya kami semua yang membelinya, pihak dinas hanya mengirimkan dana kepada masing-masing poktan, apa yang ada di pemberitaan baru- baru ini tidak benar", tutup Asrin.

B

Menangapi permasalahan tersebut, Plt kepala dinas perkebunan Sasman,S.P melalui Kepala Bidang Pengembangan Tatang Syuryadie.H.S.P.M.Si menyampaikan, beberapa parah kelompok tani yang mengundurkan diri tentu sangat merugikan Kabupaten Bengkulu Utara. Sebab, anggaran Rp. 121 Miliar dari pusat terhenti di karenakan para penerima/kelompok tani banyak yang mengundurkan diri.

"Dengan adanya polemik-polemik di pemberitaan sebelumnya, barang tentu para poktan merasa terusik dan pihak dinas pun tidak bisa berbuat banyak. Wajar kalau seberapa poktan mengundurkan diri, mereka takut tidak beta dengan tudingan", ungkap Tatang.

Tatang menambhakan, jika tudingan pemberitaan selama ini sangat tidak benar. Proses pengadaan bibit sampai lain nya tidak ada dari dinas. Semua nya di beli masing- masing poktan, kalau seperti ini hal nya yang rugi tentu para petani di Kabupaten Bengkulu Utara.

"Sementara target replanting ini, 1000 hektar beberapa klompok tani yang mengundur kan diri dengan adanya gelombang seperti ini, petani/masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara sangat rugi. Ribuan hektar kelapa sawit suda didepan mata kini pupus semua ny", tutup Tatang. (Suradi)

Berita Terkait