Srikandi Tani Karanganyar Siap Dobrak Pasar dengan Padi GS08 dan Inovasi 'Emas Hitam'

Jumat, 09/01/2026 - 08:24
Pelantikan pengurus DPC Wanita Tani Indonesia HKTI Karanganyar Periode 2026 - 2031 di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Kamis (8/1/2026).

Pelantikan pengurus DPC Wanita Tani Indonesia HKTI Karanganyar Periode 2026 - 2031 di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Kamis (8/1/2026).

Klikwarta.com, Karanganyar – Sebuah babak baru bagi sektor pertanian di Bumi Intan Pari resmi dimulai. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Tani Indonesia HKTI Kabupaten Karanganyar periode 2026-2031 resmi dilantik di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar pada Kamis (8/1/2026).

Tak sekadar seremonial, momentum ini menjadi titik start bagi kaum perempuan untuk menguasai teknologi pertanian modern dan hilirisasi produk.

Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, Amy Kadiono, menegaskan bahwa tahun 2026 adalah "Tahun Emas Pertanian". Salah satu senjata utamanya adalah varietas padi unggul GS08 (Garuda Sakti) yang saat ini tengah menjalani uji coba di Kecamatan Karangpandan.

Inovasi ini diprediksi akan menjadi kunci percepatan swasembada pangan karena keunggulannya yang signifikan. Satu malai mampu menghasilkan hingga 538 bulir, jauh melampaui padi biasa yang rata-rata hanya 350 bulir,  menghasilkan nasi putih bersih dengan tekstur pulen.

"Selain padi, HKTI juga memperkenalkan Kerupuk Lele sebagai produk turunan bernilai ekspor untuk meningkatkan pendapatan peternak lokal," ungkapnya.

Ketua DPC Wanita Tani Karanganyar yang baru dilantik, Hj. Sukarni, menyatakan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada aktivitas di sawah. Ia berencana membawa organisasi ini menyentuh lapisan terdalam di pedesaan melalui pemberdayaan UMKM.

"Kami akan mengepakkan sayap hingga ke pelosok desa. Fokus kami adalah mengangkat harkat wanita tani, tidak hanya dalam urusan tanam-menanam, tapi juga mengelola bisnis UMKM agar mereka mandiri secara ekonomi," ujar Sukarni.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menyambut optimis langkah para pengurus baru ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menyiapkan "karpet merah" bagi para pejuang pangan melalui dua program prioritas, diantara aksesibilita jalan halus untuk memperlancar distribusi hasil tani
dan enjaminan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau.

Adhe juga menaruh harapan besar agar Wanita Tani HKTI menjadi Agent of Change yang mampu mengubah stigma pertanian di mata generasi muda.

"Karanganyar harus jadi motor penggerak surplus beras nasional. Saya ingin anak muda kembali bangga bertani melihat kesuksesan para wanita tani ini," tegasnya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait