Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung
Klikwarta.com, Kota Batu – Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius di wilayah jajarannya. Pasalnya, sebagian besar wilayah Korem 081/DSJ memiliki kawasan hutan yang berpotensi terdampak kebakaran, terutama saat musim kemarau seperti saat ini.
“Dari 9 kabupaten dan 2 kotamadya di wilayah kami, hanya dua wilayah yang tidak memiliki kawasan hutan, yakni Kota Madiun dan Kota Blitar,” kata Kolonel Erwin usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanganan Karhutla di wilayah Jawa Timur yang diselenggarakan di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Jumat (23/10/2026). Rakor dipimpin langsung Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi.
Menghadapi potensi tersebut, Danrem Erwin mengaku pihaknya terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait dan masyarakat, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.

Menurut dia, Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
“Di beberapa wilayah kami, kemarin sempat terjadi Karhutla. Namun, berkat kesigapan dan sinergi kami bersama BPBD, Perhutani, Damkar (pemadam kebakaran), serta masyarakat, kebakaran tersebut dapat diminimalisir dampaknya,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui sulitnya kondisi medan sering menjadi kendala tersendiri dalam setiap penanganan Karhutla di wilayahnya.
"Terkadang ada beberapa titik Karhutla yang tidak dapat diakses dengan kendaraan roda empat. Hal ini kerap menjadi kendala yang mengakibatkan pemadaman hanya bisa dilakukan dengan alat seadanya, baik dengan ranting pohon yang daunnya masih hijau atau pun dengan alat semprot tanaman yang biasa digunakan petani," terangnya.
Pamen TNI AD itu menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman Karhutla. Salah satu langkah yang terus dilakukan satuannya adalah dengan menerjunkan para Babinsa untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Danrem Erwin juga menekankan bahwa penanganan Karhutla bukan menjadi tugas instansi tertentu saja, melainkan tanggung jawab bersama.
"Masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan melibatkan peran aktif masyarakat, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan diminimalisir," pungkasnya.
(Kontributor : Arif)








