Foto Bersama
Klikwarta.com, JEMBER – Prestasi membanggakan ditorehkan SMP Negeri 1 Jember dalam ajang International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan sekolah dan orang tua mampu mengantarkan siswa meraih prestasi di tingkat kompetisi bergengsi.
Kepala SMPN 1 Jember Astuti mengatakan, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Terlebih, marching band merupakan salah satu ekstrakurikuler yang telah lama menjadi bagian dari SMPN 1 Jember.
Menurutnya, marching band di SMPN 1 Jember sudah berkembang sejak sebelum banyak sekolah lain memiliki kegiatan serupa.
Karena itu, tradisi dan prestasi tersebut harus terus dikembangkan.
"Kalau namanya SMPN 1, tentu harus menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Hari ini anak-anak membuktikan bahwa SMPN 1 memang mampu menunjukkan prestasi," ujar Astuti saat ditemui usai kegiatan di GOR Kaliwates, Minggu (9/8/2026).
Astuti mengapresiasi perjuangan siswa yang menjalani latihan secara intensif.
Mereka tidak hanya berlatih pagi atau siang, tetapi juga hingga malam hari setelah menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah.
"Anak-anak berlatih pagi, siang, sampai malam. Pulang sekolah mereka masih berlatih sampai sekitar pukul 21.00. Mereka tidak mengenal lelah," katanya.
Perjuangan tersebut, lanjut Astuti, juga tidak terlepas dari dukungan luar biasa para orang tua. Orang tua tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga meluangkan waktu dan tenaga untuk mendampingi anak-anak selama menjalani latihan.
Pihak sekolah pun berkomitmen memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan ekstrakurikuler, termasuk marching band. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan fasilitas sesuai kemampuan dan aturan yang berlaku di sekolah.
"Kami dari pihak sekolah akan selalu mendukung semua ekstrakurikuler, khususnya marching band. Kalau ada event berikutnya dan membutuhkan pengembangan yang mendukung kegiatan, insyaallah akan kami fasilitasi sesuai kemampuan sekolah," jelasnya.
Astuti juga menegaskan bahwa aktivitas ekstrakurikuler yang padat tidak serta-merta menghambat prestasi akademik siswa.
Sebaliknya, siswa yang aktif dalam marching band justru mampu menunjukkan kemampuan akademik yang baik.
Ia mencontohkan sejumlah alumni SMPN 1 Jember yang aktif dalam kegiatan marching band. Tahun ini, terdapat tiga alumni yang menunjukkan capaian akademik tinggi, termasuk memperoleh nilai terbaik dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
"Ini membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak menghalangi kemampuan akademik anak. Justru anak-anak yang mengikuti marching band memiliki kecerdasan yang multitasking," terangnya.
Menurut Astuti, marching band membutuhkan kemampuan yang kompleks. Siswa harus mampu menghafalkan lagu, mengingat gerakan, mengatur posisi, menjaga ritme, sekaligus memperhatikan pergerakan anggota lain agar tidak terjadi benturan.
"Kemampuan seperti itu menunjukkan bahwa anak-anak marching band memiliki kecerdasan multitasking. Walaupun kegiatan mereka sangat padat, mereka tetap mampu berada di jajaran siswa dengan nilai terbaik," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban SMPN 1 Jember menilai prestasi yang diraih merupakan buah dari proses panjang.
Anak-anak menjalani latihan sejak pagi hingga malam dengan perjuangan yang tidak ringan.
"Allah memberikan kenikmatan kepada SMPN 1 Jember. Yang pertama, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Anak-anak mulai pagi, siang, sampai malam berlatih. Bahkan sampai lecet dan sakit. Hari ini hasilnya terlihat," ujarnya.
Paguyuban, kata dia, juga memiliki visi jangka panjang untuk membawa marching band SMPN 1 Jember menjadi lebih profesional.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah persoalan pendanaan.
Karena itu, paguyuban mulai menjajaki dukungan dari berbagai pihak agar pengembangan marching band dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami ingin membawa klub ini menjadi lebih profesional. Kendala selama ini salah satunya pendanaan. Karena itu, kami mulai menjajaki pihak-pihak yang mampu memberikan dukungan," katanya.
Ke depan, prestasi marching band tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan citra SMPN 1 Jember sebagai sekolah pilihan.
"Kami ingin menjadikan marching band ini sebagai glow up yang positif bagi SMPN 1 Jember. Harapannya, ke depan SMPN 1 benar-benar menjadi sekolah pilihan bagi masyarakat dan calon peserta didik," imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Pembina marching band mengatakan persiapan menghadapi kompetisi dilakukan secara intensif selama kurang lebih tiga bulan. Latihan juga tidak hanya diikuti siswa lama, tetapi sejumlah anggota baru yang baru bergabung.
"Persiapannya sekitar tiga bulan. Ada juga anak-anak yang baru bergabung, tetapi alhamdulillah mereka mampu beradaptasi dan memiliki semangat yang luar biasa," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap dukungan orang tua dan pihak sekolah.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat siswa selama menjalani latihan.
"Orang tua luar biasa mendukung dan tidak pantang mundur mendampingi putra-putrinya. Pihak sekolah juga memberikan dukungan yang sangat besar," ujarnya.
Setelah tampil di IJMC 2026, marching band SMPN 1 Jember masih menyiapkan diri untuk sejumlah agenda berikutnya.
Sebelumnya, tim juga telah mengikuti kompetisi di Banyuwangi dan selanjutnya dijadwalkan mengikuti event di Sidoarjo.
Dengan rangkaian prestasi dan agenda tersebut, SMPN 1 Jember berkomitmen menjadikan marching band bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi di luar akademik.
Pewarta: Maria








