Kolam Loncat Indah Kanjuruhan Mulai Digarap, Pemerintah Beri Tenggat Waktu 110 Hari Kerja

Sabtu, 08/10/2022 - 16:18
Kolam loncat indah Kanjuruhan sebelumnya, kotor dan berlumut

Kolam loncat indah Kanjuruhan sebelumnya, kotor dan berlumut

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Pembangunan Sarana Prasarana (Sarpras) kolam loncat indah dan latihan di komplek stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai digarap. Pantauan di lokasi, Jumat (7/10/2022) kemarin, pengerjaannya telah masuk tahap pengecoran dasar kolam.

Pemkab Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), memberi tenggat waktu (deadline) selama 110 hari kerja pada Kontraktor pelaksana untuk merampungkan pekerjaannya. 

Dilansir LPSE Kabupaten Malang, pemenang proyek tersebut adalah CV.Trinedya Teksama, Alamat Jl. Sidosermo 2 No. 22 - Surabaya (Kota) - Jawa Timur. 

Pembangunan Sarpras kolam loncat indah tersebut, dianggarkan Pemkab Malang melalui APBD Tahun 2022. Metode pengadaan menggunakan harga terendah sistem gugur.

Tampak di LPSE Kabupaten Malang, nilai pagu paket sebesar Rp1.400.000.000,00, nilai HPS paket Rp1.399.819.356,25 dan harga terkoreksi sebesar Rp1.119.855.845,00.

Diketahui, CV Trinedya Teksama, sempat bersaing dengan 30 peserta tender lainnya.

Berikut daftar peserta tender pembangunan sarana prasarana kolam loncat indah dan latihan di stadion Kanjuruhan, dilansir situs LPSE Kabupaten Malang:

1. CV. X'patriat Muda. Harga penawaran sebesar Rp1.071.855.485,00 dan harga terkoreksi Rp1.071.855.485,00. 

2. CV Kanjuruhan. Harga penawaran Rp1.090.405.282,73 dan harga terkoreksi Rp1.090.405.282,73. 

3. Dysy Bimantara Jaya. Harga penawaran Rp1.118.359.881,47 dan harga terkoreksi Rp1.118.359.881,47.

4. CV. Atmananda Utama, harga penawaran Rp1.119.855.485,00 dan harga terkoreksi Rp1.119.855.485,00.

5. CV Trinedya Teksama, harga penawaran Rp1.119.855.845,00.dan harga terkoreksi sebesar Rp1.119.855.845,00. 

6. CV Reka Astama, harga penawaran Rp1.253.438.222,83 dan harga terkoreksi sebesar Rp1.253.438.222,83.

Sementara, 25 dari 31 peserta tender, tidak melakukan penawaran.

Sekadar diketahui, harga penawaran dan harga terkoreksi antara CV Atmananda Utama dan CV Trinedya Teksama melalui situs LPSE Kabupaten Malang, terlihat sama. Sayangnya, hasil evaluasi di situs LPSE, tak dicantumkan alasan mengapa CV Atmananda Utama kalah dari CV Trinedya Teksama.

(Pewarta : Asral)

Berita Terkait