Sandiaga Uno: Pengembangan Ekonomi Kreatif Perkuat Sektor Pariwisata

Jumat, 15/09/2023 - 01:27
Menparekraf RI Sandiaga Uno, saat mengisi acara Workshop Tata Kota Kreatif, di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/9/2023).

Menparekraf RI Sandiaga Uno, saat mengisi acara Workshop Tata Kota Kreatif, di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/9/2023).

Klikwarta.com, Karanganyar - Pembangunan sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi jawaban di tengah tantangan persoalan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Uno, pada acara Workshop Tata Kota Kreatif, di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/9/2023).

Sandi memaparkan, di Provinsi Jawa Tengah, terutama daerah sekitar Solo Raya termasuk Kabupaten Karanganyar adalah menjadi salah satu tumpuan dan harapan bagi pergerakan pertumbuhan Wisata Nusantara.

Hal itu mengingat di dalamnya terdapat paket wisata alam sekaligus wisata berbasis masyarakat dengan beragam hasil kreasi kesenian hingga kuliner yang menarik.

"Sebagai daerah industri pariwisata, Kabupaten Karanganyar memiliki banyak destinasi wisata yang berkembang pesat. Berbagai sumber daya alam dan hasil pertanian juga ada di dalamnya. Industri pariwisata inilah yang nantinya akan diperkuat dengan bertumbuhnya ekonomi kreatif," ungkapnya.

Dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif menuju arah pembangunan ke depan, masyarakat dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif. Tak hanya dalam hal menangkap dan menyikapi isu berkelanjutan soal kebutuhan pangan melalui inovasi di bidang pertanian, namun juga dalam mewujudkan sektor pariwisata yang ideal.  

"Maka, untuk mendukung hasil pengembangan inovasi-inovasi masyarakat yang berkelanjutan, diperlukan kerjasama dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Kami juga ingin memastikan bahwa ekonomi kreatif di Kabupaten Karanganyar mampu berdikari dengan infrastruktur memadai yang sudah dimiliki," jelasnya.

Untuk menguatkan ekosistem masyarakat ekonomi kreatif di suatu daerah, diperlukan pula kemampuan untuk kolaborasi. Misalnya, dengan mendatangkan pelaku ekonomi kreatif dari luar daerah atau Pokdarwis dari desa-desa wisata yang lain.

Sandi pun mengajak masyarakat agar memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan lapangan kerja berbasis online, sehingga hal itu dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan perekonomian.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa pada 2021, Karanganyar telah ditetapkan sebagai salah satu kabupaten kreatif. Saat ini, Karanganyar memiliki 12 desa wisata. Salah satunya yakni Desa Wisata Sumberbulu yang terletak di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang. Desa wisata tersebut masuk dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kemenparekraf RI. 

"Kami optimis bahwa Karanganyar mampu memberikan kontribusi terhadap capaian pergerakan Wisata Nusantara, sekaligus dalam rangka untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2025 mendatang," harapnya. 

Menurut Sandi, pergerakan kunjungan Wisata Nusantara mengalami peningkatan cukup tinggi. Pada tahun lalu mencapai 700 juta wisatawan, dan untuk tahun ini diharapkan mencapai dua kali lipat yaitu 1,2 miliar bahkan 1,4 miliar wisatawan.

Terkait wisata berbasis alam, Sandi menegaskan bahwa pengelola destinasi wisata terkait juga harus mengimplementasikan standarisasi sesuai sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment, Susrainability).

"Hal itu sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan keamanan, karena aspek keselamatan harus diutamakan. Saya berharap kepada semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat agar ikut mendorong dan mendukung terciptanya wisata yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi  ke-30 penyelenggaraan road show Workshop Tata Kota Kreatif keliling Indonesia yang digelar oleh Kemenparekraf RI.

Di Karanganyar, Sandiaga Uno juga mengunjungi Desa Wisata Sumberbulu yang berada di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang. Desa wisata tersebut masuk dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar Kemenparekraf RI pada 2021 lalu. 

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait