Wisatawan Balekambang Membludak, Pengelola Hingga Pengunjung Abai Prokes

Sabtu, 07/05/2022 - 21:43
Pengunjung wisata pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (7/5/2022)

Pengunjung wisata pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Sabtu (7/5/2022)

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Memasuki hari ke-6 libur lebaran Idul Fitri 1443 H/2022 M, pengunjung wisata pantai Balekambang membludak. Ribuan pengunjung memadati wisata pantai yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, itu.

Mirisnya, pengelola wisata pantai Balekambang, mengabaikan Protokol kesehatan (Prokes) terhadap para pengunjung, seperti tidak menggunakan masker. Padahal pandemi Covid-19 masih terus mengintai alias belum berakhir. Bukan hanya saat liburan Idul Fitri saja, namun hal ini telah berlangsung lama.

Berbeda dengan beberapa objek wisata lainnya di Kabupaten Malang yang buka saat libur lebaran tahun ini. Para pengunjung wajib menggunakan masker saat memasuki area wisata. Misalnya di wisata alam Sumber Maron, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Di Sumber Maron, para pengunjung diwajibkan melakukan tes suhu terlebih dahulu sebelum memasuki area wisata. Tepat di pintu masuk, para pengelola wisata dibantu petugas kepolisian, melakukan pemeriksaan hingga pengetatan prokes. Jika terdapat pengunjung tak menggunakan masker, maka oleh petugas tidak diperbolehkan masuk ke area wisata.

Ditemui di Kantor Unit PD Jasa Yasa, Sabtu (7/5/2022), Kepala Unit PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Yasdi, menjelaskan, pengunjung wisata Balekambang hingga hari ke-6 libur Idul Fitri, terbilang cukup banyak.

"Mulai kemarin hingga hari ini pengunjung yang datang terbilang cukup banyak", kata Yasdi.

"Menurut laporan petugas yang ada di loket atau pintu masuk, hari ini pengunjung yang datang ada sekitar 5.000 lebih", tambahnya.

Disinggung mengenai penerapan Prokes terhadap para pengunjung, Yasdi terdiam sejenak. Seketika itu ia berdalih, bahwa di Pantai Balekambang, sulit bagi mereka untuk mengakses Aplikasi PeduliLindungi.

'Lain gatal lain digaruk. Lain ditanya lain yang dijawab'. Mungkin peribahasa ini tepat digunakan dalam menanggapi jawaban Kepala Unit PD Jasa Yasa tersebut, sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti bahwa setiap soal memiliki jawabannya masing-masing.

Sekadar diketahui, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani, maupun Bupati Malang, H.M Sanusi, hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak henti-hentinya menyerukan Prokes kepada masyarakat, di tiap kegiatan. Kapan pun dan di mana pun berada. Meski Covid-19 terus melandai.

Tak hanya itu, Pemerintah daerah maupun Pusat, juga terus menginstruksikan, setiap pelaksanaan kegiatan diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer secara berkala dan menjaga jarak. Terlebih di tempat wisata.

Pewarta : Asral

Berita Terkait