Kondisi Jalan
Klikwarta.com, Bengkulu Utara - Jalan lingkungan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Desa Karang Pulau Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara dikeluhkan oleh warga. Kondisi jalan yang berlubang dan becek saat hujan. Hingga saat ini kondisi jalan tersebut masih berupa tanah merah yang belum di beri koral ataupun aspal.
"Sekarang kondisi jalan lingkungan di UPT karang pulau banyak titik kerusakan nya dan becek pada musim penghujan, sebut Puji wiyono, tokoh masyarakat saat berada di lokasi, Senin (21/10/2019).
Menurut Puji wiyono, warga UPT karang pulau, warga transmigrasi itu sudah sering mengusulkan kepada pemerintah terkait jalan lingkungan mereka, akan tetapi keluhan warga transmigrasi itu sepertinya tidak di perhatikan oleh pemerintah. Hingga kini kondisi jalan di wilayah itu di biarkan rusak.
"Harapan kami, pemerintah daerah memperhatikan kondisi jalan di tempat itu. Karena warga transmigrasi ini status nya sudah di limpahkan ke pemerintah daerah, saat ini sertifikat rumah dan lahan sudah kami terima", tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Pulau Wandi Ismoka, SH menyampaikan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa di bidang ekonomi di butuhkan sarana prasarana pendukung di lingkungan masyarakat desa berupa sarana umum, seperti jalan desa yang memenuhi standar di lingkungan desa. Letak geografis desa yang cukup strategis dan kandungan potensi desa sumber daya alam yang baik banyak melahirkan peningkatan produktifitas bidang pertanian, akan tetapi masih ada beberapa kelemahan dalam infrastruktur desa.
"Kami memohon dengan hormat kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan peningkatan jalan non status jalan sepanjang 2,5 Kilometer berupa aspal untuk perbaikan jalan desa yang terletak di Desa Karang Pulau yang merupakan jalan penghubung Rt 01, Rt 02, menuju Rt 09 dan Rt 10. Karena jalan tersebut sebagai sarana transportasi yang sangat penting yaitu alur perekonomian masyarakat, perlu di ketahui bahwa jalan tersebut merupakan jalan ex transmigrasi yang sampai saat ini belum pernah mendapatkan program pembangunan dari pemerintah pada saat ini rusak berat perlu penanganan serius", jelas Wandi. (Suradi)








