Komisi III DPRD Seluma Hearing Bersama Pedagang Pasar Tais, Selasa (21/02/2017).
Seluma, Klikwarta.com - Puluhan pedagang pasar mingguan Tais mendatangi DPRD Kabupaten Seluma, Selasa (21/02/2017). Kedatangan mereka guna mengikuti heari terkait penolakan penutupan pasar mingguan Tais oleh pihak pemda Seluma.
Para pedagang berjumlah 20 orang didampingi penasehat hukum Advokasi LBH, di terima oleh Komisi III diruang rapat sekretariat DPRD.
Dalam penyampaiannya, Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Mingguan Tais, Rusdi mengatakan bahwa sudah dua bulan para pedagang bergerilya mempertahankan penutupan pasar oleh Pemda Seluma. "Setiap malam minggu terus bergadang was-wasan pemda seakan memaksa untuk tidak berjualan lagi di pasar Tais ini," ujarnya.
Dijelaskan Rusdi, Pasar Tais yang dibangun pada tahun 1982 ini dari sumber dana Inpers semasa masih Kabupaten Bengkulu Selatan. "Lahan pasar yang berasal dari lahan masyarakat bukan milik pemda melainkan hibah masyarakat untuk pasar mingguan," katanya.
Dituturkannya, lahan pasar yang dimiliki oleh tiga orang yaitu Abu Hasan, Lana dan Sakril dengan wakapnya untuk pasar mingguan.
"Ahli waris sampai saat ini masih menyetujui lahan tersebut digunakan untuk pasar,"ungkapnya.
Selanjutnya, Sejak tahun 2013 dikeluarkannya pencabupatan izin oleh pemda Seluma dan pada tahun 2014 sampai dengan 2016 masih di pungut restribusi.
"Katanya pasar tais itu ilegal kenapa masih dipungut restribusi, sejak tahun 2014 itu sebesar 65 juta rupiah dikali tiga tahun sampai dengan 2016," bebernya.
Ia berharap DPRD Seluma dengan hearing ini bisa memfasilitasi masyarakat dan pedagang tetap menolak penutupan pasar mingguan Tais.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Seluma Tenno Heika mengatakan akan menganggil pihak eksekutif secepatnya untuk mencari solusi yang tetap.
“Nanti kami akan mengumpukan bukti dan akan memanggil pihak eksekutif kita punya hak interpelasi bila perlu hak angket untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.
Sementara Wakil Ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani menyampaikan kepada pedagang dan masyarkat agar tetap menjaga seluma kondusif.
"Saya minta pedagang dan masyarakat untuk ridak terpancing, jangan ada lagi demo apa lagi ada demo tandingan ini bukan perlobaaan. Kami akan segera memanggil pihak eksekutif untuk cari solusi yang tepat," ujarnya. (Prw/DI)








