Berikan Orasi Ilmiah, Mendes Yandri Ajak Lulusan UIN SMH Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

Sabtu, 08/08/2026 - 13:45
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto

Klikwarta.com, Serang - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten tidak hanya  berpikir untuk mencari pekerjaan. Lebih jauh dari itu, ia mengajak lulusan UIN SMH Banten untuk menciptakan lapangan kerja di desa dengan memaksimalkan potensi yang ada di desa.

Menurutnya, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, posisi desa saat ini menjadi penting dan sangat strategis karena ada Asta Cita yang ke-6, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Apalagi saat ini program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto berpihak kepada desa, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Oleh karena itu, dalam rangka untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, pihaknya kemudian menjabarkannya dalam 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia. Dari 12 aksi tersebut, banyak program yang bisa dilakukan oleh desa, seperti halnya, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), desa wisata, desa tematik, desa ekspor dan lain sebagainya.

“Kita ingin baik Mahasiswa UIN Banten maupun alumninya bisa berkontribusi di 12 aksi bangun Desa bangun Indonesia ini.  Salah satunya ada desa ekspor yang hari ini sudah ada 400 Desa ekspor yang kami luncurkan dengan transaksi hampir  mencapai Rp1 triliun,” ujar Yandri saat memberikan Orasi Ilmiah dalam wisuda sarjana dan Pascasarjana UIN SMH Banten tahun 2026 di Convention Hall and Business Center UIN SMH, Sabtu (8/8/2026).

Selain desa ekspor, Kemendes PDT juga sudah banyak membuat desa-desa wisata. Ia meyakini, di Banten banyak desa rintisan yang sangat potensial untuk dijadikan desa wisata. Tidak hanya itu, potensi desa tematik seperti desa ayam petelur, desa pedaging, desa ikan nila, desa ikan lele, desa jagung, desa bawang merah, desa jahe dan lain sebagainya itu juga bisa dimaksimalkan di Banten.

“Nah maka tadi saya sampaikan pada para wisudawan, jangan hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan. Jadi PNS itu bagus, luar biasa, melamar kerja itu boleh, tidak ada masalah, tapi bagaimana kita mengubah mindset kita, cara berpikir kita, bahwa sarjana itu tidak mesti ijazahnya itu hanya untuk melamar pekerjaan, tapi dia bisa menghadirkan pekerjaan dalam artian merekrut tenaga kerja,” ungkap Yandri.

Lebih lanjut Yandri menjelaskan, potensi yang bisa direkrut untuk desa ekspor 10 sampai 15 orang, untuk karyawan BUM Desa  bisa  7 sampai 10 orang,  Koperasi Desa Merah Putih juga  bisa menyerap 7 sampai 10 orang, sementara untuk desa wisata bahkan bisa 100 orang untuk tenaga kerja.

Ia menegaskan bahwa semua program tersebut sangat berpotensi menghasilkan uang, di samping bisa memenuhi kebutuhan lokal, juga berorientasi pada ekspor, jika dikelola dengan baik dan benar. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika UIN SMH Banten untuk mengintegrasikan 12 aksi bangun desa bangun Indonesia dengan Tri dharma perguruan tinggi.

“Nah itu yang kami tawarkan dengan civitas akademika UIN Banten dan para lulusannya. Dari 1200 lebih desa di Banten, saya kira dengan program kami ada program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) itu, dan juga ada program-program yang lain dari 12 aksi bangun Desa bangun Desa itu kami bisa memadu-padankan  dengan Tri dharma perguruan tinggi UIN Banten. 

Dalam wisuda ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendes PDT dan UIN SMH Banten terkait dengan pertukaran dan pemanfaatan data/informasi, pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan SDM, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan ini yakni  Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PEID Kemendes Tabrani, Dirjen PPDT Samsul Widodo dan Kepala BPSDM Kemendes Agustomi Masik. (**) 

Berita Terkait