Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim, KH Nasih Aschal,
klikwarta.com, Jatim - Ratusan sumur bor milik warga di Kabupaten Bangkalan, Madura, yang mengeluarkan cairan minyak, kini menjadi perhatian serius DPRD Jawa Timur.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim mencatat ada 446 titik sumur yang tersebar di delapan desa dari empat kecamatan di Bangkalan. Saat ini, Pemprov Jatim dan Pemkab Bangkalan masih menunggu kepastian mekanisme pengelolaan dari Kementerian ESDM.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jatim, KH Nasih Aschal, meminta pemerintah tidak terburu-buru melakukan eksplorasi.
Anggota DPRD Jatim Dapil Madura itu menekankan, kajian tidak boleh hanya menghitung potensi minyaknya saja, tapi wajib menghitung dampaknya untuk warga.
"Tidak hanya dilakukan kajian sejauh mana sumur itu akan dieksplorasi atau dibor, tetapi lebih kepada bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Kajian harus lebih menyeluruh, jangan sampai pengeboran ini justru menimbulkan kerusakan lingkungan," tegas Nasih, Senin (28/9/2026).
Ia juga mengingatkan risiko teknis di lapangan harus dimitigasi secara teliti agar tidak menimbulkan bencana, seperti semburan liar atau pencemaran.
Meski kritis, Fraksi NasDem menyatakan mendukung penuh pengelolaan sumur rakyat tersebut jika berorientasi pada kesejahteraan Madura.
Menurutnya, Madura saat ini sangat butuh lompatan infrastruktur. Kalau bicara di Madura, yang paling dibutuhkan adalah pembangunan infrastruktur.
Jika infrastruktur penunjang dibangun, titik-titik tersebut tidak hanya menghubungkan antar-sumur, tetapi juga menghubungkan aktivitas perekonomian masyarakat sehingga ekonomi lokal bisa tumbuh.
Untuk itu, Nasih mendesak semua hasil kajian, mulai dari potensi cadangan, skema bagi hasil, hingga mitigasi risiko, dibuka secara transparan kepada warga.
"Masyarakat perlu tahu hasil dari setiap kajian. Sosialisasi harus disampaikan secara transparan dan langsung kepada masyarakat, jangan hanya di atas kertas," pungkasnya.








