SNT 7 Bogor Bangun Mimpi dan Potensi Murid melalui Pembelajaran STEAMS

Jumat, 09/10/2026 - 11:21
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti mendampingi Menko PMK, Sugiono saat  melakukan kunjungan kerja di Sekolah Nasional Terintegrasi 7 Bogor. ( Fotografer : Ikram)

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti mendampingi Menko PMK, Sugiono saat melakukan kunjungan kerja di Sekolah Nasional Terintegrasi 7 Bogor. ( Fotografer : Ikram)

Klikwarta.com, Kabupaten Bogor - Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat sekaligus mewujudkan cita-cita. Bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor dengan melihat langsung berbagai karya dan aktivitas pembelajaran murid sekaligus berdialog mengenai pengembangan potensi, minat, bakat, dan cita-cita murid SNT.

Pada kesempatan itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan bahwa SNT merupakan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan pendidikan sesuai dengan bakat dan kemampuan anak-anak yang memiliki potensi istimewa. Menurutnya, keberadaan SNT menjadi bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia 2045.

 “Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan ide besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak yang memiliki bakat istimewa dapat kita berikan layanan pendidikan sesuai dengan bakat dan kemampuannya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Rabu (7/10).

Ia juga menyampaikan, para murid SNT memiliki perjalanan panjang untuk mengembangkan diri dan mewujudkan cita-cita. Ia mengajak para murid menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membangun masa depan, melakukan yang terbaik, dan menjadi yang terbaik. _"Have a dream_, bermimpilah, _"your future starts from here_", masa depan anda dimulai dari sekolah ini. Karena itu, _do the best_, _be the best_, lakukan yang terbaik, jadilah yang terbaik,” tutur Mendikdasmen.

Sementara itu, Menko PMK Sugiono melihat langsung karya, kreativitas, keberanian, dan keterampilan murid SNT 7 Bogor. Sugiono mengajak seluruh murid SNT untuk tidak berhenti bermimpi dan tidak mengubur harapan serta cita-cita. Ia berpesan agar para murid tidak menyerah menghadapi tantangan, proses tersebut perlu diiringi dengan belajar, membangun pertemanan yang baik, dan ketekunan.

“Saya mengucapkan terima kasih karena kalian memberikan sebuah inspirasi yang luar biasa, kalian menunjukkan bahwa tidak ada mimpi yang tak bisa teraih. Jangan berhenti bermimpi dan jangan pernah kubur harapan serta cita-citamu, tidak ada yang tidak mungkin selama kalian belajar dengan baik, berteman dengan baik dan tekun, setekun ombak mengikis karang,” terang Sugiono.


*Kembangkan Potensi dan Cita-Cita Murid lewat STEAMS*

Selain melalui pengembangan minat dan bakat, SNT memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan pengetahuan melalui pembelajaran _Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics and Sport_ (STEAMS) berbasis proyek. Salah satunya melalui _Smart Perimeter: Explore, Detect, Protect_ Perbatasan Laut Indonesia dan Singapura yang dikembangkan secara berkelompok oleh Daffa Lingga Pratama, murid kelas X. 

Proyek ini mengintegrasikan Pendidikan Pancasila, Fisika, Informatika, dan _Coding_ dengan mengangkat persoalan di wilayah perbatasan. Bersama rekan satu kelompoknya, Daffa mengembangkan prototipe yang dapat mendeteksi objek yang mendekat dan memberikan peringatan melalui lampu serta bunyi _buzzer_. “Tujuan kami membuat proyek ini untuk membantu di daerah perbatasan. Jadi jika ada objek yang mendekat, maka akan muncul suara dan lampunya akan menyala sebagai bentuk bahaya,” jelas Daffa.

Pengalaman serupa dirasakan Danesh Chayra yang bercita-cita menjadi Ahli Keamanan Siber. Ia merasa SNT memberikan ruang untuk mendukung cita-citanya melalui ekstrakurikuler _coding_, mata pelajaran (Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta ekstrakurikuler komputer. 

Pendekatan STEAMS membuat Danesh dapat belajar melalui proyek dan mengaitkan pengetahuan dengan persoalan di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui proyek pengolahan buah pala yang memanfaatkan potensi daerah Bogor. Pendekatan tersebut membuat pembelajaran lebih menyenangkan karena murid tidak hanya terpaku pada buku. 

“Buat saya pendekatan ini membuat belajar menjadi lebih seru karena tidak terus menggunakan buku cetak. Banyak aktivitas di luar kelas, kita membuat projek sekaligus meneliti hal-hal menarik,” ujar Danesh.

Dua pengalaman belajar di atas menjadi bagian dari dukungan SNT dalam mempersiapkan murid menghadapi masa depan. Selain pembelajaran berbasis proyek, murid SNT juga mendapatkan pendampingan melalui penyusunan proposal masa depan, _SMART goals_, dan pembinaan regulasi emosi, serta didukung fasilitas pembelajaran seperti laptop bagi setiap murid. (**) 

Berita Terkait