Wabup Blitar Sarankan Ini ke PPRN yang Hendak Demo di Jakarta Dikala Omicron Merebak

Kamis, 10/02/2022 - 21:35
Situasi Wabup Rahmat Didampingi Jajaran Forkopimda Menerima Aspirasi PPRN Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Situasi Wabup Rahmat Didampingi Jajaran Forkopimda Menerima Aspirasi PPRN Kabupaten Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso meminta Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Kabupaten Blitar mengurungkan niatannya dalam menggelar demo terkait kondisi anjloknya harga Telur dan tingginya harga pakan ternak, ke pemerintah pusat di Jakarta yang rencananya dilakukan minggu depan. 

Wabup Rahmat menyarankan PPRN Kabupaten Blitar menuangkan segala keluhan dan harapan terkait dinamika bisnis telur ayam ras petelur itu secara tertulis agar diketahui detail persoalan yang dialami. Ia juga menegaskan akan membuat surat penyerta untuk membantu apa yang menjadi aspirasi peternak kepada pemerintah pusat. 

Rahmat Santoso berpandangan, mengelar aksi demo di Jakarta yang kondisinya ditengah masifnya penyebaran virus Korona varian Omicron sangat tidak diperkenankan. Sebagai pimpinan daerah, ia memilih menjembatani peternak untuk mensukseskan kehendaknya kepada pemerintah pusat, daripada membiarkan di situasi yang justru memantik permasalahan baru.

"Langsung saya rapatkan untuk menjembatani tidak dilakukannya demo di Jakarta. Karena kondisi kan dalam PPKM juga ada varian baru Omicron. Sehingga saya mengambil keputusan untuk menjembatani tidak perlu demo, namun kita siap menjembatani seluruh peternak kecil Kabupaten Blitar melalui surat ke presiden ke kementerian terkait, ibu Gubernur, intinya untuk membantu karena kita harus bangkit ditengah pandemi," ungkapnya kepada Klikwarta.com seusai menerima audiensi PPRN Kabupaten Blitar di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (10/2/2022).

Rahmat mencatat, poin dari permasalahan yang disampaikan PPRN menyangkut anjloknya harga telur disaat yang sama harga pakan ternak ayam meninggi. Tentu kondisi ini, menurutnya tidak baik untuk peternak umumnya kepada sektor lainnya. 

Sebelumnya, ia mengaku telah menyurati kementerian terkait dan presiden agar kondisi peternak di Kabupaten Blitar yang tertekan akibat turunnya harga telur, tingginya harga pangan hingga bahkan membuat peternak sampai gulung tikar itu bisa diberikan solusi yang kongkrit, jelas dan pasti. 

"Saya bilang (ke pemerintah pusat) jangan sampai di Kabupaten Blitar ini hanya menjadi cerita belaka ke anak cucu, kalau kita pernah menjadi penyuplai telur terbesar 30% di Indonesia," tukasnya. 

Pantauan Pewarta Klikwarta.com di lokasi audiensi ini, ada belasan peternak yang tergabung di dalam PPRN. Mereka menyampaikan kepada Wabup Rahmat terkait kondisi peternakan produksi telur terkini di kala pandemi hingga terpuruk kurang lebih 8 bulan terkahir. PPRN berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar hingga pemerintah pusat berempati memberikan solusi untuk menyudahi situasi negatif pasar bisnis telur saat ini.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait