Tersangka dan kondisi tugu saat ini di Raja Ampat
Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Ada motif menarik di balik pengrusakan salah satu icon di Kabupaten Bahari yang terkenal di seantero Dunia yang tepat berada tidak jauh dari pelabuhan utama di Kota Waisai.
Motif pengrusakan yang menghebohkan warga masyarakat Raja Ampat ini ternyata terkuak pada saat pelaku diamankan oleh Polres Raja Ampat.
“Pekerjaan ini direncanakan mulai dari awal tahun 2018, dan kami cukup sabar menanti upah kami yang dinjanjikan akan dibayarkan saat pekerjaannya rampung 100%. Saya sebagai pengawas sekaligus pekerja menganggap bahwa bos kami ini tidak kooperatif”, ungkap YP yang saat ini menjadi pelaku pengrusakan saat di wawancarai beberapa awak media di Kantor Polres Raja Ampat, Minggu (11/05/2020).
YP juga mengatakan, "dari awal bulan Januari sampai sekarang, saya los kontak dengan bos, sehingga para pekerja dan orang-orang yang punya hutang piutang datang hampir setiap hari, ada menyangkut dengan material dan lain-lain, sehingga saya hidup dibawah tekanan, karena saya serta keluarga menjadi korban ancaman. Hal ini berjalan kurang lebih 5 bulan, sehingga kami merasa tidak nyaman karena bosnya sudah lari", ungkapnya.
“Sudah banyak upaya yang kami lakukan, tapi bos tidak pernah hargai kami, baik itu melalui telepon maupun bantuan dari teman di Jayapura tapi dia selalu mengganti nomor telpon”, terangnya.
Lanjutnya, sementara tempat yang difasilitasi untuk kami tinggal juga tidak dibayar sehingga kami diusir, kami punya keluarga yang harus kami hidupi dan saya sendiri punya istri dan satu anak yang masih berusia dua bulan.
“Yang lebih parah lagi saat pencarian 100% yang direncanakan bulan Desember 2019 ternyata molor sampai baru 2 minggu yang lalu, teman- teman yang lain para tukang dan pekerja mendapatkan upahnya walaupun tidak penuh atau utuh, tapi kenapa saya tidak diberikan sepersenpun”, tegasnya.
Dia juga membeberkan, Nilai Pagu anggaran proyek ini sekitar Rp 1, 5 Miliar yang bersumber dari APBD dari Dinas kebersihan dan pertamanan, yang pekerjaan ini semuanya belum rampung karena elektiknya masih mau dibenahi dan saya sudah berkoordinasi kepada Pimpinan Perusahaan untuk sisakan anggaran untuk dikerjakan tapi tidak ada tanggapan.
“Saya minta Ma’af kepada masyarakat dan semua terutama kepada Bupati Kabupaten Raja Ampat bahwa cara penyelesaian ini salah tapi secara bathin saya tidak mampu lagi untuk menampung beban ini karena sudah berjalan begitu lama yang dimulai pada tahun 2018, padahal kami sangat loyal pada pekerjaan ini”, ucap YP.
Tujuannya bukan untuk merusak nama dan citra diri Raja Ampat, kata YP, dan secara pribadi saya minta Ma’af dan ini murni kekecewaan saya terhadap eksekutor proyek ini bukan pada Pimpinan Cv Davalen Mandiri.
“Saya akan bertanggung jawab terhadap apa yang saya lakukan sekarang dan saya akan perbaiki semuanya”, tutup YP
(Pewarta : Mustajib)








