Ketua Umum APTIKNAS Ir Soegiharto Santoso SH
Klikwarta.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Global Sources Indonesia 2026, yang akan resmi dibuka pada 17 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, dan berlangsung hingga 19 September 2026.
Global Sources Indonesia 2026 merupakan bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai sumber produk dan supplier dari pasar global, sekaligus membuka ruang bagi distributor, importir, retailer, pemilik brand, online seller, dan pelaku industri untuk membangun konektivitas bisnis serta menjajaki peluang kerja sama baru.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Global Sources Indonesia menghadirkan sekitar 800 booth dan menargetkan sekitar 22.000 pengunjung selama tiga hari. Berbagai kategori produk yang ditampilkan antara lain elektronik, peralatan rumah tangga dan dapur, hadiah dan suvenir, serta produk olahraga dan kebugaran.
Selain itu, penyelenggara juga menghadirkan LOCAL ICONS, sebuah paviliun khusus yang menjadi ruang bagi lebih dari 60 brand lokal Indonesia untuk memperluas visibilitas, membangun koneksi dengan konsumen, reseller, mitra ritel, dan membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas.
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., (Hoky) menilai Global Sources Indonesia memiliki arti strategis karena mempertemukan berbagai mata rantai dalam ekosistem perdagangan dan industri secara langsung.
“APTIKNAS mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin bersama Adhouse melalui penyelenggaraan Global Sources Indonesia sejak tahun 2024. Kami melihat Global Sources Indonesia sebagai platform yang strategis dalam mempertemukan pelaku industri TIK, distributor, supplier, dan dunia usaha, sekaligus membuka peluang business matching, memperluas jejaring, serta mendorong terciptanya berbagai bentuk kolaborasi dan kemitraan baru.”
Menurut Hoky, perkembangan Global Sources Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa kebutuhan dunia usaha tidak lagi berhenti pada kegiatan pameran dan transaksi, tetapi semakin membutuhkan akses terhadap jaringan bisnis, sumber produk, teknologi, informasi pasar, dan mitra strategis.
“Dalam ekosistem bisnis yang semakin terhubung secara global, kemampuan pelaku usaha untuk memperoleh akses terhadap produk, teknologi, supplier, pasar, dan mitra yang tepat menjadi semakin penting. Karena itu, forum seperti Global Sources Indonesia dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kebutuhan tersebut secara langsung,” ujarnya.
Global Sources Indonesia sendiri telah berkembang sejak penyelenggaraan perdananya yang didukung APTIKNAS di Indonesia sejak tahun 2024. Data penyelenggara mencatat penyelenggaraan 2024 menarik lebih dari 16.000 pengunjung, dengan lebih dari 600 supplier serta ratusan buyer dan pelaku usaha dari Indonesia maupun kawasan ASEAN. Pada 2025, penyelenggara juga mencatat lebih dari 1.000 sesi business matching.
APTIKNAS memandang akses terhadap supplier dan jaringan global sebagai salah satu elemen penting dalam membangun daya saing industri nasional.
Bagi pelaku usaha TIK, khususnya distributor, integrator, reseller, importir, pemilik brand, dan perusahaan teknologi, keberadaan platform yang mampu mempertemukan kebutuhan pasar dengan sumber produk dan teknologi secara langsung dapat membantu membuka ruang eksplorasi bisnis yang lebih luas.
“Indonesia memiliki pasar yang besar sekaligus ekosistem pelaku usaha yang sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana potensi pasar tersebut dapat terkoneksi dengan sumber produk, teknologi, dan mitra bisnis yang tepat. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara asosiasi, penyelenggara pameran, dunia usaha, supplier, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” jelas Hoky.
Ia menambahkan bahwa APTIKNAS akan terus mendorong anggotanya untuk terbuka terhadap perkembangan teknologi, perubahan model bisnis, serta peluang kolaborasi yang dapat memperkuat industri TIK nasional.
“Bagi kami, kolaborasi bukan sekadar slogan. Kolaborasi harus menghasilkan konektivitas, transaksi, kemitraan, transfer pengetahuan, dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi dunia usaha serta perekonomian nasional,” tegasnya.
Memberikan Ruang bagi Brand Lokal untuk Naik Kelas
APTIKNAS juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran LOCAL ICONS pada Global Sources Indonesia 2026.
Menurut Hoky, kehadiran brand lokal dalam sebuah ekosistem yang mempertemukan supplier, buyer, distributor, retailer, dan konsumen merupakan langkah penting untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia.
“Brand lokal tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Mereka juga membutuhkan akses terhadap pasar, jaringan distribusi, visibility, teknologi, pembiayaan, serta mitra yang dapat membantu mereka berkembang. Kehadiran LOCAL ICONS dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan tersebut,” katanya.
LOCAL ICONS tahun ini mengusung tema “Where Local Becomes Iconic” dan menghadirkan lebih dari 60 brand lokal Indonesia dalam rangkaian Global Sources Indonesia 2026.
Lebih jauh, Hoky menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan business exhibition tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta atau booth yang hadir, tetapi juga dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu menghasilkan koneksi dan kerja sama yang berkelanjutan setelah pameran berakhir.
“Harapan kami, Global Sources Indonesia tidak berhenti pada tiga hari penyelenggaraan. Justru yang paling penting adalah apa yang terjadi setelahnya berapa banyak hubungan bisnis yang berlanjut menjadi kerja sama, berapa banyak peluang yang berkembang menjadi transaksi, dan bagaimana jejaring yang terbentuk dapat memberikan dampak bagi pertumbuhan dunia usaha,” tuturnya.
APTIKNAS berharap kolaborasi dengan PT Adhouse Clarion Events dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem industri TIK dan digital Indonesia.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem serta pertumbuhan industri TIK dan digital di Indonesia. APTIKNAS siap menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi tersebut,” pungkas Hoky.
Dengan semakin terhubungnya pasar Indonesia dengan rantai pasok global, Global Sources Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu ruang strategis bagi pelaku usaha untuk menemukan produk dan teknologi baru, membangun jaringan, memperoleh wawasan pasar, serta menciptakan peluang bisnis yang dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.
(Kontributor : Arif)








