Webinar Perilisan Bahan Ajar Keagamaan pada Ruang Murid yang diikuti sekitar 3.000 guru, kepala sekolah, kepala madrasah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia secara daring, Jumat (7/8).
Klikwarta.com, Jakarta – Transformasi digital pendidikan tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi membutuhkan kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Semangat tersebut diwujudkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) melalui perilisan bahan ajar keagamaan pada fitur Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan.
Peluncuran tersebut dilakukan dalam Webinar Perilisan Bahan Ajar Keagamaan pada Ruang Murid yang diikuti sekitar 3.000 guru, kepala sekolah, kepala madrasah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia secara daring, Jumat (7/8). Kehadiran bahan ajar keagamaan di Ruang Murid memperkuat fungsi Rumah Pendidikan sebagai ruang bersama untuk memperluas akses terhadap sumber belajar berkualitas.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, mengatakan Rumah Pendidikan dikembangkan dengan visi yang lebih luas daripada sekadar menyediakan layanan digital.
"Saat ini, kami mengembangkan rumah pendidikan, sesungguhnya, yang ingin kami bangun, bukan hanya sebuah aplikasi, tapi kami ingin membangun, sebuah ekosistem pembelajaran digital nasional," ujar Wibowo.
Menurut Wibowo, ekosistem tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak dalam pendidikan, mulai dari guru, murid, orang tua, hingga satuan pendidikan dan pemerintah daerah.
"Nah tentu semua kebutuhan itu, hadir dalam satu ekosistem, yang nantinya akan mudah, diakses oleh masyarakat, yaitu Rumah Pendidikan," tuturnya.
Kolaborasi lintas kementerian menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut. Wibowo menjelaskan, Kementerian Agama memiliki kekayaan bahan ajar yang dapat diperluas manfaatnya melalui infrastruktur digital yang dikembangkan Kemendikdasmen.
"Kementerian Agama ini memiliki, kekayaan bahan ajar yang luar biasa, yang disusun oleh unit-unit berwenang, yang tadi sudah disampaikan juga, dan telah digunakan, di berbagai satuan pendidikan, di bawah pembinaannya tentunya. Sementara itu di Kemendikdasmen, melalui Pusdatin, kami memiliki ekosistem digital, yang mampu memperluas jangkauan manfaat, dan sumber belajar tersebut," ungkapnya.
Ia menegaskan jika transformasi digital pendidikan membutuhkan keterbukaan untuk saling memperkuat antarlembaga.
"Jadi sekali lagi bukan berlomba, untuk membangun platform masing-masing, tapi justru saling memperkuat, saling melengkapi, dan juga memanfaatkan teknologi ini, untuk memberikan, pelayanan yang baik kepada publik, yang semakin optimal," jelas Wibowo.
Sementara itu, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah, Kementerian Agama, Abdul Basit, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut dibangun untuk menghilangkan sekat dalam akses terhadap sumber belajar berkualitas.
"Dengan menyatukan kekuatan masing-masing instansi, kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi sekat dalam mengakses pendidikan berkualitas. Seluruh guru dan murid di seluruh Indonesia kini dapat dengan mudah menemukan bahan ajar keagamaan yang sah dan kredibel dalam satu ekosistem platform yang sama," ucap Basit.
Pada tahap awal, Basit mengatakan jika Direktorat KSKK Madrasah menghadirkan 117 materi pembelajaran pilihan berupa video interaktif dan artikel teks dalam bentuk PDF untuk berbagai jenjang, mulai dari dasar hingga menengah. Materi tersebut mencakup Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab pada jenjang MI, MTs, dan MA.
Abdul Basit mengatakan seluruh materi telah melewati proses penjaminan mutu sebelum ditayangkan secara nasional. "Konten-konten ini telah melalui serangkaian proses penjaminan mutu dan kurasi substansi yang ketat untuk menjamin kelayakan dan kredibilitas sebelum ditayangkan secara nasional," ungkap Basit. (*)
Kolaborasi juga diperkuat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama melalui kontribusi lebih dari 100 video pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti. Plt. Direktur Urusan Pendidikan Agama Buddha, Budi Sulistiyo, berharap Rumah Pendidikan berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi pendidikan.
"Semoga platform ini menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran meningkatkan kompetensi guru serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan pendidikan di Indonesia," tegasnya.
Peluncuran bahan ajar keagamaan menjadi bagian dari upaya memperkuat Rumah Pendidikan sebagai ekosistem pembelajaran digital nasional. Kolaborasi lintas kementerian diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak sumber belajar berkualitas dapat diakses guru dan murid di seluruh Indonesia.








