Gus Fawait Ajak Pesantren Jadi Mitra Strategis Pemkab Jember, Siapkan Kanal Aspirasi Khusus

Selasa, 21/07/2026 - 10:37
Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu dengan para pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Pakusari dalam agenda Bunga Desaku di Seger Nusantara, Senin (20/7/2026) malam.

Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu dengan para pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Pakusari dalam agenda Bunga Desaku di Seger Nusantara, Senin (20/7/2026) malam.

Klikwarta.com, Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk menjadikan pondok pesantren sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. 

Komitmen itu disampaikan saat bertemu dengan para pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Pakusari dalam agenda Bunga Desaku di Seger Nusantara, Senin (20/7/2026) malam.

Di hadapan para kiai dan pengasuh pesantren, Gus Fawait mengatakan hubungan pemerintah dengan pesantren tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. 

Menurutnya, perlu ada komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan agar berbagai persoalan yang dihadapi pondok pesantren dapat segera ditindaklanjuti.

Karena itu, Pemkab Jember akan membentuk Forum Komunikasi Pondok Pesantren yang berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan seluruh lembaga pesantren. Selain forum tersebut, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) juga diminta membangun kanal komunikasi yang melibatkan para kiai, gus, dan lora sehingga koordinasi dapat berlangsung lebih cepat.

"Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter masyarakat. Sudah saatnya pemerintah memberikan ruang komunikasi yang lebih terbuka sekaligus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pesantren," ujar Gus Fawait.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan sejumlah program yang menyentuh kalangan pesantren. 

Di antaranya pemberian insentif kepada guru ngaji, beasiswa bagi putra-putri guru ngaji, hingga perluasan kategori penerima beasiswa daerah yang kini mencakup santri pengkaji kitab kuning.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi pesantren yang selama ini konsisten mencetak generasi berilmu sekaligus berakhlak.

Selain isu pendidikan, Gus Fawait turut mengenalkan program pelayanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Jember dan layanan Home Care yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 24 Juli 2026. Program itu memungkinkan tenaga kesehatan memberikan pelayanan langsung ke rumah masyarakat yang membutuhkan.

Acara diakhiri dengan dialog antara pemerintah daerah dan para pengasuh pondok pesantren. 

Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan agar peran pesantren dalam pembangunan Kabupaten Jember semakin kuat.

Pewarta: Maria

Berita Terkait