Hujan Deras Picu Longsor di Segorogunung Ngargoyoso, Sepasang Lansia Terluka

Sabtu, 21/02/2026 - 22:46
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, didampingi Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, meninjau kondisi rumah korban yang terkena tanah longsor, di Dusun Nderokan, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Sabtu (21/2/2026).

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, didampingi Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, meninjau kondisi rumah korban yang terkena tanah longsor, di Dusun Nderokan, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Sabtu (21/2/2026).

Klikwarta.com, Karanganyar – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di sejumlah titik di wilayah Ngargoyoso, lereng Gunung Lawu akibat hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi panjang pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Di Dusun Nderokan, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, sebuah tebing pekarangan longsor dan menimpa warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menerangkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut menyebabkan sepasang suami istri harus mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Bencana bermula saat Karyo Pawiro Marimin (76) sedang berupaya membersihkan saluran air di samping rumahnya untuk mengantisipasi luapan air hujan. Tanpa disangka, tanah pekarangan yang berada tepat di sisi bangunan mendadak ambrol.

"Tiba-tiba tanah longsor dan menimpa korban. Istri korban, Ibu Harni, yang melihat kejadian tersebut langsung panik dan berlari keluar rumah meminta pertolongan warga," ungkap Hendro.

Warga yang mendengar teriakan Harni segera berhamburan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi mandiri sebelum tim penyelamat tiba.

Meski tidak ada korban jiwa, dampak fisik dan psikologis akibat musibah ini cukup serius. Karyo Pawiro Marimin (76) mengalami syok berat dan saat ini telah dirujuk ke RSUD Karanganyar untuk perawatan intensif.
Sedangkan Harni (56) mengalami luka di bagian kepala akibat benturan saat kejadian dan dievakuasi ke Puskesmas Ngargoyoso.

Selain korban luka, bangunan rumah milik korban juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan material tanah. Hingga saat ini, total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh tim ahli di lapangan.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel gabungan dari BPBD Karanganyar, TNI/Polri, Pemerintah Desa, serta relawan penanggulangan bencana langsung terjun ke lokasi.

BPBD Kabupaten Karanganyar menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah darurat, antara lain kaji cepat pendataan dampak kerusakan di titik bencana, memberikan arahan keselamatan bagi warga sekitar untuk mengantisipasi longsor susulan, dan menyalurkan bantuan logistik darurat bagi keluarga terdampak.

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang ikut meninjau ke lokasi bencana, memberikan imbauan khusus bagi seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki risiko tinggi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berdomisili di wilayah rawan longsor, agar lebih meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem ini. Keselamatan adalah prioritas utama," ujar Adhe Eliana.

Adhe menambahkan langkah teknis bagi warga jika menemukan kondisi yang membahayakan di lingkungan sekitar. Warga diminta agar segera menjauh dari lokasi jika melihat tanda-tanda awal pergerakan tanah atau retakan, dan melaporkan temuan tersebut sesegera mungkin kepada perangkat desa setempat, BPBD, atau pihak kepolisian terdekat agar langkah mitigasi dapat segera diambil.

"Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah terkendali. Namun, masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor kami imbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama," ucapnya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait