Foto Istimewa
Oleh : Mieke Dearni Br Tarigan
Klikwarta.com - Bermain media sosial sudah menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat dunia Tidak hanya anak-anak, remaja, dewasa yang bisa mengaksesnya, saat ini media sosial juga sudah aktif digunakan oleh mereka para lansia. Fiturnya yang terus diperbaharui membuat berbagai kalangan lebih mudah menggunakannya. Dengan media online ini para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat yang memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan lebih mudah dalam mengekspresikan diri juga Penyebaran informasi yang dapat berlangsung dengan cepat, tentunya dengan biaya lebih murah.
Hal ini jelas mengakibatkan masyarakat khususnya para anak muda melupakan akan batasanbatasan pergaulan yang seharusnya mereka ketahui. Besarnya dampak media sosial tidak hanya memberikan dampak postif tetapi juga memberikan dampak negatif kepada manusia terutama dampaknya bagi interaksi sesama manusia yang saat ini telah di pengaruhi media sosial.
Apakah Itu Media Sosial
Jika kita mencari definisi media sosial di mesin pencari Google, dengan mengetikkan kata kunci "social media meaning", maka Google menampilkan pengertian media sosial sebagai "websites and applications used for social networking" website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaring sosial.
Sejarah sosial media diawali pada tahun 1970-an yakni saat ditemukannya sistem papan buletin untuk menghubungkan satu orang dengan orang lain melalui surat elektronik atau mengunggah dan mengunduh perangkat lunak. Aktivitas ini masih dilakukan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem.
Media sosial pertama kali yang diketahui adalah "SixDegrees.com", yang diciptakan pada 1997 atau 23 tahun silam. Aplikasi ini mengizinkan pengguna mengunggah foto profil dan saling berteman dengan user lain. Di tahun 1999, blog mulai ramai dikembangkan. Menurut Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Seiring berkembangnya teknologi, jenis media sosial semakin beragam. Setiap sosial media memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang digunakan untuk mengirim pesan, berbagi tulisan, hingga berbagi video.
Contoh dari media sosial yang populer yang saat ini digunakan adalah Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, Tiktok, WhatsApp, YouTube dan lain sebagainya. Walaupun media sosial memiliki banyak manfaat, media sosial juga memiliki dampak buruk terhadap penggunanya yang berlebihan.
1. Media sosial terlalu mempermudah kita untuk berinteraksi dalam dunia maya sehingga kita melupakan ada nya interaksi langsung terhadap mayarakat di sekitar kita dan juga dapat membuat kita lupa waktu.
2. Kesehatan akan menurun akibat sering menggunakan media sosial hingga lupa waktu, bahkan ada beberapa orang yang sering begadang sampai larut malam.dan bahkan juga beberapa orang yang sampai lupa untuk makan.Hal tersebut tidak baik karena dapat menimbulkan datangnya penyakit.
3. Pemakaian media sosial berlebihan bisa menyebabkan kecanduan. Tanda-tandanya berupa rasa cemas dan gelisah saat tidak membuka media sosial.”pemakaian media sosial juga cenderung membuat seseorang suka membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain Lama kelamaan, rasa membanding-bandingkan ini bisa menurunkan kepuasan hidup seseorang sampai berujung pada kecemasan dan depresi.
4. Dampak negatif media sosial selanjutnya adalah FOMO atau fear of missing out. Kondisi ini ditandai dengan kecemasan atau ketakutan berlebih akan ketinggalan hal-hal tertentu. FOMO mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik daripada diri sendiri. Kondisi ini kemudian memicu kecemasan dan penggunaan media sosial yang berlebihan.
5. Meskipun media sosial menjadi cara terbaik untuk tetap berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang bertempat tinggal jauh, hal itu tidak akan sama dengan komunikasi tatap muka secara langsung. Dampak negatif media sosial ini menjadi lebih rentan terjadi ketika kita
mencoba melucu atau menyindir secara online, tetapi orang lain tidak menangkap apa maksud tersebut. Akibatnya, kesalahpahaman tersebut bisa memicu pertikaian, bahkan cyberbullying.
Dampak negatif media sosial terhadap kesehatan bergantung pada bagaimana cara kita menggunakannya. Jika digunakan secukupnya dengan bijaksana, media sosial bisa menjadi sarana yang efektif untuk menciptakan hal positif bagi kehidupan. Namun, begitu pun sebaliknya.jika terlalu berlebihan akan menyebabkan efek yang merugikan diri sendiri.








