Seekor monyet ekor panjang berada di kawasan sekitar Ubud Monkey Forest, Gianyar, Bali. Satwa tersebut dilaporkan berulang kali mengambil uang milik pedagang di sekitar kawasan wisata.
UBUD, BALI (5 Oktober 2026) - Seekor monyet ekor panjang yang berkeliaran di jalan wisata ramai di pusat Ubud dilaporkan memiliki kebiasaan tak lazim: mengambil uang secara langsung dari pedagang setempat.
Hewan tersebut diduga telah muncul beberapa kali di sekitar Jalan Monkey Forest, jalan yang menghubungkan pusat Ubud dengan Sacred Monkey Forest Sanctuary (Cagar Alam Hutan Monyet Suci), tempat ratusan monyet ekor panjang Bali hidup di hutan yang mengelilingi kompleks pura tersebut.
Namun, para pedagang mengatakan bahwa monyet ini tampaknya tidak terlalu tertarik pada makanan.
Ia justru tampak menginginkan uang tunai.
Menurut beberapa pedagang di sepanjang jalan tersebut, monyet jantan dewasa itu berulang kali mendekati meja dagangan sesaat setelah pelanggan menyelesaikan transaksi, menyambar uang tunai (rupiah) yang ada, lalu kabur ke arah pepohonan, atap bangunan, atau vegetasi di sekitarnya.
Perilaku ini dengan cepat menjadi bahan pembicaraan di kalangan orang-orang yang bekerja di salah satu jalur pejalan kaki tersibuk di Ubud.
Monyet Tampak Menunggu Pelanggan Membayar
Seorang penjual minuman dan camilan yang beroperasi di sebelah utara Monkey Forest mengatakan bahwa monyet itu awalnya terlihat berdiam di dekat tempat usahanya sebelum tiba-tiba melompat ke atas meja dagangan sesaat setelah pelanggan membayar.
Alih-alih mengambil pisang, minuman botol, atau camilan kemasan yang berada dalam jangkauan, hewan itu diduga menyambar beberapa lembar uang kertas dari wadah uang yang terbuka.
Ia kemudian memanjat kanopi dan menghilang ke arah pepohonan.
Pedagang tersebut memperkirakan sekitar Rp 100.000 telah diambil dalam kejadian itu.
Apa yang awalnya tampak sebagai insiden tunggal menjadi semakin unik ketika pedagang di sekitarnya mulai menceritakan kejadian serupa.
Beberapa pedagang mengatakan hewan itu tampaknya hanya mendekat setelah ada aktivitas di meja dagangan, terutama saat uang kertas sedang diserahkan antara pelanggan dan penjual.
Beberapa pedagang bahkan mulai menjuluki monyet itu dengan sebutan "ATM" — singkatan dari "Ape Taking Money" (Kera Pengambil Uang).
Pedagang Mengatakan Monyet yang Sama Terus Kembali
Para saksi mata menggambarkan ciri-ciri monyet jantan dewasa tersebut: memiliki sedikit sobekan pada salah satu telinganya dan tanda warna yang lebih gelap pada wajahnya dibandingkan dengan beberapa monyet lebih muda yang biasa terlihat di kawasan itu. Monyet ekor panjang tersebut dilaporkan paling sering muncul menjelang siang dan sore hari, saat Jalan Monkey Forest dipadati wisatawan yang berlalu-lalang antara kawasan cagar alam dan pusat Ubud.
Dalam satu kejadian yang dilaporkan, seorang pedagang menuturkan bahwa monyet itu hinggap di tepi kios souvenir, mengabaikan makanan yang ada di dekatnya, lalu menyambar uang kertas rupiah yang terlipat sebelum segera pergi.
Pedagang lain mengatakan bahwa uang koin diambil dari wadah kecil di dekat mesin kasir.
Jumlah uang yang diambilnya umumnya tidak besar, namun kejadian yang berulang ini telah menarik perhatian jauh lebih besar dibandingkan nilai uang yang hilang tersebut.
Pertanyaan yang kini ingin dijawab oleh para pedagang itu sederhana:
Apa yang dilakukan monyet itu dengan uang tersebut? Ke mana perginya uang itu? Hal itu masih menjadi misteri.
Warga setempat melaporkan pernah melihat monyet itu membawa pergi uang kertas alih-alih langsung menjatuhkannya.
Dalam beberapa kejadian, saksi mata mengatakan monyet itu bergerak melintasi atap atau naik ke pepohonan menuju arah kawasan Monkey Forest sambil tetap memegang uang tunai tersebut.
Tidak ditemukan adanya tumpukan uang yang terkumpul.
Belum jelas apakah monyet itu sengaja menyimpan uang kertas tersebut, membuangnya di suatu tempat yang jauh dari jalanan, atau sekadar belajar bahwa mengambil benda-benda tertentu akan memicu reaksi dari orang-orang.
Untuk saat ini, beberapa pedagang mulai menutup laci uang mereka segera setelah transaksi selesai, alih-alih membiarkan uang kembalian atau uang kertas tergeletak begitu saja di meja kasir.
Pedagang lain dilaporkan mulai merekam video setiap kali monyet itu muncul.
Perilaku Tidak Lazim — Namun Pencurian oleh Monyet Bukanlah Hal Baru
Monyet ekor panjang adalah hewan yang sangat cerdas dan oportunistik.
Spesies yang hidup di Sacred Monkey Forest Sanctuary adalah *Macaca fascicularis*, yang umum disebut sebagai monyet ekor panjang.
Wisatawan yang mengunjungi berbagai lokasi di Bali tempat monyet berkeliaran bebas selalu diimbau untuk mengamankan barang-barang pribadi mereka, karena hewan-hewan ini bisa menyambar benda apa pun yang menarik perhatian mereka.
Penelitian terhadap monyet di Pura Uluwatu, Bali, bahkan telah mendokumentasikan perilaku hewan yang mengambil barang milik pengunjung serta melakukan pertukaran barang dengan makanan.
Namun, perilaku yang digambarkan oleh para pedagang di Ubud ini memiliki sisi yang tidak biasa: monyet tersebut tampaknya secara khusus dan berulang kali memilih uang tunai. Entah hal itu merupakan bentuk pengenalan terhadap uang, ketertarikan pada gerakan dan penanganan uang kertas saat bertransaksi, atau respons yang dipelajari berdasarkan reaksi yang diterimanya, hal itu masih belum diketahui.
Sosok Baru di Salah Satu Jalan Tersibuk di Ubud
Jalan Monkey Forest membentang melintasi salah satu kawasan wisata paling terkenal di Ubud. Di sebelah utara, pengunjung dapat mencapai pusat Ubud dan Pasar Seni Ubud melalui Jalan Raya Ubud, yang terletak tepat di seberang Puri Ubud. Sementara itu, di sebelah selatan terdapat Kawasan Suci Hutan Kera (Sacred Monkey Forest Sanctuary) di Padangtegal.
Lalu-lalang wisatawan, pedagang kaki lima, restoran, toko, serta kawanan kera ekor panjang yang berkeliaran bebas menciptakan interaksi antara manusia dan hewan umum di kawasan tersebut.
Namun, bagi para pedagang, kekhawatiran terbaru bukan lagi sekadar melindungi buah atau barang dagangan.
Melainkan melindungi kotak uang. (**)








