Reses DPRD Jatim, Kusnul Khuluk Temukan 3 PR Besar di Lumajang

Rabu, 05/08/2026 - 21:09
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnul Khuluk

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnul Khuluk

Klikwarta.com, Jawa Timur - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnul Khuluk, menyoroti tiga persoalan yang dirasakan masyarakat Lumajang. Diantaranya kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak rusak, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memicu tindak kejahatan, dan krisis air bersih.

Kusnul mengatakan kerusakan jalan menjadi keluhan utama yang ia terima saat turun ke masyarakat. Kondisi ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

"Jalan-jalan Lumajang saat ini masih banyak yang rusak. Padahal ini jalur utama warga untuk ke pasar, ke sawah, dan mengangkut hasil bumi. Kalau dibiarkan terus, tentu akan berdampak pada ekonomi masyarakat," ujar Kusnul Khuluk.

Kusnul juga menyoroti minimnya PJU di sejumlah titik rawan. Kondisi gelap di malam hari membuat wilayah tersebut rawan aksi kriminal. Hal itu dirasakan warga di beberapa ruas jalan kabupaten dan desa itu gelap gulita. 

"Ini yang membuat rawan terjadi begal, terutama saat warga pulang malam dari sawah atau pasar," jelasnya.

Kusnul menambahkan, minimnya penerangan juga berdampak pada maraknya pencurian hewan ternak. Para pelaku memanfaatkan kondisi jalan yang gelap dan sepi untuk beraksi.

"Akibat tidak ada lampu jalan, pencurian hewan juga marak. Sapi, kambing warga hilang di malam hari. Ini sudah sering terjadi dan meresahkan masyarakat," katanya.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga Jatim untuk segera turun tangan. Perbaikan jalan dan penambahan PJU dinilai mendesak untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga.

"Kami minta Pemprov Jatim segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan kabupaten yang rusak dan penambahan PJU di titik-titik rawan. Keamanan warga adalah prioritas. Jangan sampai karena infrastruktur yang buruk, masyarakat jadi korban kejahatan," pintanya.

Kusnul berharap perbaikan infrastruktur di Jember dan Lumajang bisa segera terealisasi, agar tidak ada lagi korban begal maupun pencurian hewan akibat jalan rusak dan gelap.

Selain persoalan infrastruktur, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyoroti krisis air bersih yang hingga kini belum tuntas di wilayah utara Lumajang.

Saat melakukan reses DPRD Jawa Timur dan bertemu warga, Kusnul Khuluk mencatat ada dua desa yang paling terdampak, yakni Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso dan Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah.

"Jika kemarau terus berlangsung, krisis air ini juga akan dialami oleh sejumlah desa lainnya di Kecamatan Klakah, Ranuyoso bahkan Kedungjajang," ucap Kusnul Khuluk.

Ia menjelaskan, sejak beberapa bulan terakhir warga di Kecamatan Ranuyoso sudah kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air tangki.

Selama ini warga mengandalkan bantuan dari pemerintah. Namun ada pula yang berinisiatif mencari air sendiri ke desa terdekat dengan membawa jerigen menggunakan sepeda motor. Sebagian lain menggunakan motor roda tiga agar air yang diangkut bisa lebih banyak.

"Kita dari PKS juga ikut membantu air bersih kepada warga karena warga di wilayah utara memang sangat membutuhkan," tuturnya.

Menurutnya, persoalan air ini tidak bisa diselesaikan dengan cara karitatif semata. Dibutuhkan solusi permanen melalui anggaran.

"Masalah air ini memang harus ada penyelesaian yang permanen, yang hal itu bisa menggunakan dana APBD Lumajang. Kita juga akan membawa masalah ini ke Provinsi Jawa Timur dengan harapan ada solusi bersama untuk menyelesaikan masalah ini," pungkasnya. (**) 

Berita Terkait