Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menerima kunjungan kerja, Pemkab Klungkung, Kamis (27/1/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com)
Klikwarta.com, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Klungkung studi tiru pemanfaatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Trenggalek. Sebab, kecepatan, ketepatan, kualitas dan kesesuaian penyerapan pinjaman PEN Pemda Trenggalek, menjadi pijakan referensi.
Study Tiru Pemkab Klungkung di pimpin Direktur Rumah Sakit Klungkung, I Nyoman Kesuma, bersama perwakilan Kejaksaan Negeri, serta Polres Klungkung.
Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin menuturkan, "hari ini kita menerima kunjungan kerja dari pemerintah Kabupaten Klungkung, yaitu Inspektur, Direktur Rumah Sakit Klungkung, serta Kepolisian dan Kejaksaan".
"Mereka ingin melaksanakan studi banding terkait dengan pelaksanaan program PEN untuk pembangunan rumah sakit", kata Bupati.
"Sebab Kabupaten Trenggalek dianggap memiliki proses yang cukup baik dalam pelaksanaan PEN, sehingga mereka ingin mereplikasi apa yang ada di Trenggalek", imbuh dia..
Menurutnya, transformasi ekonomi kalau tidak dibarengi tranformasi kesehatan, tentu tidak bisa resilience terhadap segala macam pandemi. Misalnya Cocid-19.
"Karena itu, kita harus menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni", tandas Mochamad Nur Arifin.
Kedatangan Pemkab Klungkung, kata Bupati, untuk belajar penyerapan dana PEN. Khususnya pada pembangunan Rumah Sakit.
Sementara, Direktur Rumah Sakit Klungkung, menyampaikan, "kami mendapat informasi bahwa di antara pemerintah Kabupaten yang meminjam dana PEN, pelaksanaan PEN di Kabupaten Trenggalek ini sangat luar biasa".
Pemkab Klungkung, kata dia, juga meminjam Dana PEN tahun lalu. Namun pelaksanaannya tahun ini.
"Seperti yang disampaikan Bupati Trenggalek, karena ini untuk kesehatan, untuk mempersiapkan fasilitas dalam penanganan Pandemi Covid 19 sesuai dengan kebutuhan masyarakat", pungkasnya.
Sebagai informasi, pinjaman PEN Kabupaten Klungkung, sebesar kurang lebih Rp 112 miliar. Rp 43 miliar untuk RSUD, Rp 46 miliar untuk PDAM dan selebihnya untuk jalan. Sementara pinjaman PEN Kabupaten Trenggalek, sebesar Rp150 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan ruang isolasi Covid 19 dan Instalasi Gawat Daerurat RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Ramelan, ATD. mengatakan, dua bangunan Gedung empat lantai RSUD tersebut, saat ini sudah mencapai 40%.
"Pembangunan ini ditargetkan selesai 28 Februari, lebih cepat dari kontrak yang disepakati, yakni April tahun 2022", demikian Ramelan.
Pewarta : Hardi Rangga








