Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto menyiram air bunga kepada Bintara remaja Polres Kendal dalam tradisi pembaretan, di Halaman Mapolres Kendal, Jumat (21/1/2022)
Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto menyiram air bunga kepada Bintara remaja Polres Kendal dalam tradisi pembaretan, di Halaman Mapolres Kendal, Jumat (21/1/2022)
Klikwarta.com, Kendal - Tradisi Pembaretan Bintara Remaja Polres Kendal dilaksanakan dengan cara berbeda. Tak ada lagi kekerasan. Namun memberikan kesan kepada bintara remaja untuk melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat yang baik.
Sebelum masuk ke lingkungan Polres Kendal, 14 Bintara remaja menjalani serangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Nglimut Limbangan, sejak Kamis 20 januari 2022 sore. Malam harinya Bintara remaja kembali ke Kendal. Memasuki Mapolres Kendal, mereka disambut anggota Polres Kendal untuk memberikan semangat.
Tidak hanya itu, mobil watercanon disiagakan di depan pintu gerbang dan menyemprotkan air ke Bintara remaja yang penuh dengan lumpur itu. Sambil berjalan jongkok, semprotan dari mobil watercanon tidak menyurutkan langkah Bintara remaja berjalan ke tengah lapangan untuk mendapatkan baret.
Meski terlihat sebagian sudah lelah, dorongan dan semangat dari anggota Polres Kendal membuat para Bintara remaja itu pantang menyerah. Proses pembaretan dilakukan Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto, yang menyiramkan air kembang ke Bintara remaja.
"Ini bukan momen yang biasa dan harus dimanfaatkan menjadi pesan kepada bintara remaja ini ke depan. Tradisi pembaretan yang dilaksanakan tanpa menggunakan kekerasan, hanya menanamkan mental, kepribadian agar nanti saat bertugas di Polres Kendal menjadi polisi yang meneladani dan memberi contoh kepada masyarakat,” jelas Kapolres, Jumat (21/1/2022).
Kapolres juga menekankan kepada Bintara remaja untuk menjaga amanah sebagai polisi yang mengayomi dan melindungi. Jangan sampai membuat pelanggaran yang merusak citra kepolisian. Proses pembaretan juga diikuti Wakapolres Kendal berserta pejabat dilingkungan Polres Kendal.
Pewarta : Peni Kusumawati








