Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat memberikan kuliah umum pada Diklat Pratama Angkatan I Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK), yang diikuti kader GMPK dari berbagai provinsi di Indonesia, Jumat (3/7)
Klikwarta.com, Bogor - Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter yang kuat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat memberikan kuliah umum pada Diklat Pratama Angkatan I Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK), yang diikuti kader GMPK dari berbagai provinsi di Indonesia, Jumat (3/7).
Dalam paparannya, Menteri Brian menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menurut Mendiktisaintek, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan agenda pembangunan nasional, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi biru, transformasi digital, hingga peningkatan investasi.
Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan talenta, inovasi, dan terobosan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk mendukung proses belajar tanpa mengabaikan penguasaan ilmu dasar.
"AI itu harusnya membantu kita, bukan kita yang tergantung. Kalau kita mau belajar yang lebih sulit, pahami fundamental, dasar-dasar yang kita pahami. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menjadi manusia unggul dan mampu bekerja di industri-industri terbaik yang kita inginkan," ujar Menteri Brian.
Selain penguasaan teknologi, Menteri Brian menekankan pentingnya membangun karakter selama menempuh pendidikan tinggi. Menurut Mendiktisaintek, kampus merupakan tempat lahirnya berbagai gagasan, inovasi, dan terobosan yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
"Perguruan tinggi adalah tempat lahirnya terobosan-terobosan dan karya-karya besar. Biasanya karya besar itu lahir dari mereka yang pernah mengalami kesulitan karena mereka memahami betul bagaimana menghadapi tantangan hidup. Kalau ada kesulitan atau hambatan, itu biasa. Itu adalah bagian dari proses yang mempersiapkan anda untuk naik ke level yang lebih tinggi," kata Menteri Brian.
Mendiktisaintek juga menilai bahwa peningkatan daya saing bangsa ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang didukung karakter SDM yang tangguh. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), sekaligus membangun etos kerja, ketangguhan, dan kepedulian sosial sebagai bekal berkontribusi bagi masyarakat.
"Kalau kita ingin menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi, penguasaan teknologi menjadi kuncinya. Negara yang maju adalah negara-negara yang STEM-nya banyak. Sejalan dengan itu, bangsa kita akan besar kalau berhasil menghasilkan banyak orang yang bekerja keras, berpikir, tekun, dan memiliki kepedulian sosial," tutup Menteri Brian.
Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, pemerintah, serta masyarakat, Kemdiktisaintek terus mendorong pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkualitas, riset yang relevan, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Kontributor : Arif)








