Disertasi Doktor Gus Fawait Dinilai Selaras dengan Lonjakan Ekonomi Jember

Minggu, 14/06/2026 - 11:33
Disertasi Doktor Gus Fawait Dinilai Selaras dengan Lonjakan Ekonomi Jember

Disertasi Doktor Gus Fawait Dinilai Selaras dengan Lonjakan Ekonomi Jember

Klikwarta.com, Jember - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember yang menembus angka 6,35 persen pada Triwulan I Tahun 2026 mulai dikaitkan dengan arah kebijakan fiskal yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. Angka tersebut menjadikan Jember sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang, bahkan melampaui capaian Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

Di tengah capaian itu, Bupati Jember Muhammad Fawait baru saja menuntaskan pendidikan doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. 

Dalam disertasinya yang berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur”, Gus Fawait mengupas secara mendalam efektivitas belanja pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kajian akademik tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan sejumlah langkah pembangunan yang saat ini diterapkan di Kabupaten Jember, terutama dalam pengelolaan APBD yang diarahkan untuk memperkuat sektor produktif masyarakat.

Dalam penelitian tersebut, dijelaskan bahwa belanja pemerintah akan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi apabila dialokasikan secara tepat sasaran, khususnya pada sektor yang memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pendekatan itu terlihat melalui sejumlah program prioritas di Jember, mulai dari penguatan UMKM, dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi di wilayah pinggiran.

Selain fokus pada alokasi anggaran, efektivitas pelaksanaan program juga menjadi poin penting dalam disertasi tersebut. 

Menurut Gus Fawait, percepatan realisasi anggaran dan minimnya hambatan birokrasi dapat mempercepat perputaran ekonomi di tingkat masyarakat bawah, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan daya beli warga.

Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi wilayah Sekar Kijang, Jember tercatat berada di posisi tertinggi dengan angka 6,35 persen. Posisi berikutnya ditempati Banyuwangi sebesar 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Jember di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di angka 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.

Bagi Gus Fawait, gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar capaian akademik, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menghadirkan kebijakan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, serta terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas di Kabupaten Jember. (Maria) 

Berita Terkait