Harkopnas ke-78, Bupati Trenggalek Launching 157 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 12/07/2025 - 19:36
Bupati Trenggalek, saat menjadi inspektur upacara, saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, dihalaman, Pendapa Manggala Praja Nugraha, Sabtu (12/7/2025)

Bupati Trenggalek, saat menjadi inspektur upacara, saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, dihalaman, Pendapa Manggala Praja Nugraha, Sabtu (12/7/2025)

Klikwarta.com, Trenggalek - Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melaunching 157 Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih se Kabupaten Trenggalek, di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha, Sabtu (12/7/2025).

Dalam hal ini pihaknya berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih nantinya dapat mendorong pemerataan ekonomi di desa, sesuai dengan arahan dan harapan Presiden ke-8 Prabowo Subianto, dalam pelaksanaan Retread di Magelang, awal tahun kemarin. 

"Di hari koperasi ini alhamdulillah kita sekaligus melaunching Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Yang badan hukumnya sudah berdiri, susah selesai, 157 desa/ kelurahan," ungkap Bupati Trenggalek.

Selanjutnya dalam kegiatan ini pihaknya juga mengumpulkan koperasi semua stake holder yang selama ini bekerjasama dalam menghidupkan koperasi. Doa kami semuanya nanti berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan Pak Presiden Prabowo," dimana Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen untuk melakukan pemerataan ekonomi di tingkat desa," tandasnya.

Pihaknya berharap kepada semua pihak untuk tidak berburuk sangka dulu dengan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini. Keberadaannya bukan untuk mematikan koperasi-koperasi yang sudah ada, karena dengan saling sinergi, Koperasi Desa Merah Putih nantinya dapat saling mendukung dengan koperasi lainnya atau bahkan lembaga keuangan lain.

"Dengan begitu semua dapat berbagi keuntungan satu sama lain dan harapan pemerataan ekonomi di desa dapat segera terwujud," sambungnya.

Pihaknya membeberkan  unit usaha Koerasi yang paling cepat berkembang salah satunya adalah simpan pinjam, dari jenis usaha ini  yang paling besar adalah unit pinjamnya dan biasanya yang menyimpan tidak terlalu banyak. 

Bila banyak yang meminjam dan yang menyimpan sedikit maka tidak ada uang yang dapat diputar. Dengan sinergi dengan lembaga keuangan seperti BPR Jwalita misalnya, keduanya bisa bekerja sama dan saling menguntungkan. 

Koperasi dapat sharing dari keuntungan pinjaman yang digulirkan dan BPR diuntungkan tidak perlu menambah personil untuk penagihan dan lain sebagainya karena sudah dijalankan oleh kopersi. 

Dengan sinergi sinergi seperti ini dapat dibangun sehingga tidak lagi ada anggapan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini menutup ruang gerak koperasi  dan lembaga lain.

"Justru sebaliknya dengan bersinergi mereka dapat maju bersama," pungkasnya.

Pewarta : Mar'atus

Berita Terkait