Mewujudkan Mimpi Masyarakat di Kaki Gunung Duasudara

Jumat, 21/03/2025 - 09:34
Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T.,M.I.P

Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T.,M.I.P

Oleh: Laode Aliwardana (Wartawan Klikwarta.com)

Di kaki Gunung Duasudara menyibak pesona keindahan alam yang beragam, meluaskan pandangan di Kota Cakalang. Menyatu dalam ingatan, menyiratkan suasana damai di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung.

Sepagi itu, mentari bangun dari peraduannya di ufuk barat, menyingkap aktivitas nelayan di pagi hari menjulurkan jala ikannya. Deburan ombak laut pun tak pernah berhenti menubruk barikade karang, memercikan air hingga di pesisir pantai.

Suasana pagi itu semakin ramai, ketika ratusan parajurit Kodim 1310/Bitung tiba di kelurahan Wangurer Barat. Menderap semangat, prajurit itu bersiap melaksanakan program TMMD ke-123 membangun sasaran fisik dan non fisik.

Tni

Teriring harapan masyarakat, pengerjaan sasaran fisik itu yakni, perintisan dan pengerasan jalan dari Kelurahan wangurer Barat ke Danowudu sepanjang 3000 meter dengan lebar 6 meter, pembangunan 5 Unit RTLH serta program manunggal air pembuatan sumur bor di 5 titik. Sementara sasaran non fisik yang dikerjakan berupa sosialisasi kebangsaan, ideologi dan rekrutmen prajurit TNI serta rehabilitasi panti asuhan yang ada di Kota Bitung.

Dansatgas TMMD yang juga Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T.,M.I.P mengatakan program TMMD ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari.

"Dengan harapan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dalam peningkatan infrastruktur dengan adanya pembangunan dan perbaikan sarana prasarana," ujarnya.

Menjelang siang, Danrem 131/Stg, Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, S.H.,M.H dengan didampingi Dandim 1310/Bitung meninjau lokasi perintisan pembangunan badan jalan dan RTLH. Saat bertemu Danrem dan Dandim, seorang wanita paruh baya Zaenab Karim tak dapat menahan air matanya.

Perasaan haru dan bahagia bercampur aduk dalam dirinya setelah mengetahui bahwa rumah yang telah lama ia tempati bersama suami dan anak-anaknya akan direhab total.

Zaenab, yang kini berusia 57 tahun, selama bertahun-tahun hidup dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak. Atapnya yang bocor dan dinding triplek yang pudar, menjadi saksi bisu perjuangan keluarga kecil ini. 

Sebagai seorang ibu rumah tangga, Zaenab dengan penuh ketegaran, sehari-hari berkebun dan menjual singkong dengan harga 10 hingga 15 ribu rupiah. 

Bahkan, singkong yang dijualnya sering kali menjadi makanan utama bagi keluarganya untuk mengatasi kekurangan.

Suaminya, seorang buruh panggul di pelabuhan, hanya bisa menghasilkan 500 ribu rupiah setiap minggunya, yang tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Namun, meski dalam kekurangan, mereka tetap bertahan, saling menguatkan, dan berusaha menjalani hidup dengan penuh harapan.

"Untuk sehari-hari, kadang makan singkong untuk menutupi kekurangan yang ada. Singkong itu juga kadang dibeli oleh tetangga," kata Zaenab dengan suara yang pelan, mengungkapkan kenyataan yang dihadapinya setiap hari.

Namun, harapan itu datang ketika Pasukan TNI AD yang tergabung dalam Program TMMD ke-123 Kodim 1310/Bitung hadir memberikan bantuan yang luar biasa.

Rumah Zaenab, yang selama ini tak pernah merasakan kenyamanan seperti rumah pada umumnya, kini mendapatkan perhatian serius. 

Proses rehabilitasi rumah pun dimulai, memberikan Zaenab dan keluarganya secercah harapan baru.

Zaenab tak mampu menahan perasaan harunya. Dengan air mata yang menetes, ia memeluk dada dan mengucapkan terima kasih kepada Danrem dan Dandim yang telah membuat mimpi sederhana menjadi kenyataan. 

"Terima kasih, Pak Danrem, terima kasih, Pak Dandim," katanya sambil menahan tangis yang sudah tak terbendung.

Setelah lebih dari sepuluh tahun hidup dalam kondisi yang sulit, kini Zaenab akhirnya merasakan apa itu rumah yang layak dihuni, dengan lantai semen yang sebelumnya hanya bisa ia impikan.

Rumah yang kini tengah diperbaiki dengan kerja keras Pasukan TNI AD, memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi keluarga kecil ini.

Zaenab, yang penuh semangat meski telah melawan kerasnya hidup, kini punya cita-cita baru. Ia berniat membuka usaha warung makan dan gorengan di teras rumahnya yang kini tengah dalam tahap pengerjaan 60 persen.

 Sebuah langkah baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan keluarganya.

Ini adalah sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan, memberikan mereka akses kepada kehidupan yang lebih layak, dan yang paling penting, memberikan mereka harapan baru di tengah keterbatasan.

  • Mewujudkan Mimpi Masyarakat

Pembangunan badan jalan pertanian yang dilakukan oleh satgas TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung di wilayah Kelurahan Wangurer Barat-danowudu disambut baik warga yang bertani sekitar lokasi.

"Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dengan dengan adanya pembuatan jalan yang di bangun oleh Kodim 1310/Bitung dalam program TMMD ini, karena dengan adanya jalan ini sangat membantu kami selaku petani," ungkap Robot Asilaka, warga setempat.

Tni

Sementara itu, Roswati Paparan menambahkan dengan ada pembangunan jalan ini kedepannya bisa memudahkan mereka membawa bahan hasil pertanian.

"Kalau jalan ini sudah jadi yang pastinya kendaraan roda empat bisa masuk langsung ke sini, sehingga hasil pertanian yang kami punya lebih mudah diangkut untuk di bawa ke pasar ataupun di kampung," ujarnya.

Sementara itu, kordinator lapangan, Sertu Triana mengatakan pembangunan jalan ini 3.000 meter. Pekerjaan pembangunan badan jalan berjalan dengan lancar dan tidak mengalami hambatan apapun.

"Bahkan badan jalan yang sudah dibangun sudah mulai digunakan warga baik itu dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua," ujarnya.

Sertu Triana optimis pekerjaan fisik pembangunan badan jalan TMMD Ke-123 ini, bisa selesai dengan waktu yang sudah ditentukan.

"Saat ini kami melakukan penggantian kuku alat eksavator, setelah itu lanjut lagi pekerjaan nya, dan hari ini kemungkinan bisa mencapai di 2.600 meter, karena di titik tersebut kami akan melakukan pembongkaran pohon. Setelah mencapai 3.000 pekerjaan akan di lanjutkan dengan penimbunan dan pengerasan badan jalan," tambahnya.

Ditempat lain, Satgas TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung memulai kegiatan rehabilitasi Pondok pesantren Hidayatullah Bitung. Kegiatan rehab Madrasah ini meliputi, pengecoran lantai dua serta perbaikan pintu dan jendela yang sudah rusak.

"Jadi pertama Torang plester terlebih dahulu, setelah itu di lanjutkan dengan pengacian dan di Nodropkan agar tidak gampang retak dan untuk menghindari kebocoran," kata Kopda Frangky Darui personil satgas TMMD.

Disamping itu, Serma Sonius Pareda anggota satgas TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung melaksanakan kegiatan non-fisik berapa Sosialisasi rekrutmen Prajurit TNI kepada siswa kelas 12 MA Almutadin.

"Sosialisasi ini bertujuan untuk menarik minat siswa terhadap rekrutmen TNI khususnya TNI-AD," kata Serma Sonius Pareda kepada sejumlah wartawan.

Serma Sonius Pareda juga berharap, dengan adanya sosialisasi seperti ini, anak-anak muda khususnya siswa yang saat ini duduk di bangku 12 SMA/SMK sederajat yang mempunyai minat mengabdikan diri untuk negara agar sudah bisa mempersiapkan diri.

Pelaksanaan program TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung tahun anggaran 2025 yang dilaksanakan di kelurahan Wangurer Barat, kecamatan Madidir terus berjalan.

Setelah istrahat makan siang sebelum melaksanakan pekerjaan fisik, personel satgas TMMD mengambil waktu untuk melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan warga untuk mempererat kemanaunggalan TNI dan Rakyat.

Disamping itu, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi TMMD. Juga dilaksanakan program TNI Manunggal Air (TMA) yang di bangun di beberapa lokasi. Seperti halnya yang di lakukan satgas TMMD Kodim 1310/Bitung dengan bahu membahu mulai melakukan pembangunan bak air, salah satunya yaitu di Kelurahan Girian Permai.

Tni

Serma Bonny Katuuk saat di temui di lokasi mengatakan pembuatan bak air ini dengan lebar luas 2,5 m x 2,5 m dengan tinggi bak kurang lebih 1 meter untuk tangki air 5000 liter.

"Hari ini kita mulai membangun pondasi bak, untuk jarak antara bak air ini ke tempat mata air yang disebut orang sini air hujan kurang lebih 300 sampai 350 meter," kata Serma Bonny.

Lebih lanjut, Serma Bonny Katuuk juga mengatakan untuk suplainya akan menggunakan alat DAP.

"Untuk pipanya suplai air akan melewati pinggi jalan tol, untuk air ini nantinya akan di pergunakan untuk masyarakat umum khususnya masyarakat sekitar sini," ujarnya.

Serma Bonny menambahkan, pembuatan bak air di titik kelurahan Girian Permai melibatkan 12 personil satgas.

"Di Kelurahan Girian Permai ada 12 personil, 10 personil dari TNI, Polri 2 personil," tambahnya.

Memastikan kelancaran TNI Manunggal Air pada program TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung, Dansatgas TMMD, Letkol Czi Hanif melakukan peninjauan lokasi pembangunan bak air yang berada di Kelurahan Girian Indah dan Kelurahan Girian Permai.

"Hari ini, kami melaksanakan kegiatan peninjauan lokasi pembuatan bak air, dengan tujuan selain untuk memastikan sejauh mana progres pekerjaannya juga untuk melihat apa ada kendala atau tidak di lapangan," kata Dansatgas.

Lanjut, TNI Manunggal Air dalam program TMMD ini merupakan program Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, Sehingga pada pelaksanaan TMMD kali ini pihaknya membangun 5 titik bak air dan sumur bor.

"Semoga pembangunan bak air ini bisa memenuhi ketersediaan air bersih. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terutama warga sekitar lokasi pelaksanaan TMMD," ujarnya.

Tni

Dasatgas juga menghimbau kepada warga, agar apa yang sudah di bangun pada program TMMD ini bisa di jaga dan di rawat dengan baik untuk kepentingan warga itu sendiri.

Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Kodam XIII/Merdeka mengapresiasi semua realisasi program TMMD ke-123 Kodim 1310/Bitung.

Apresiasi itu disampaikan Kolonel Inf Alvian, S.I.P saat memimpin Tim Wasev Kodam 13 Merdeka meninjau fasilitas yang dibangun Satgas TMMD ke-123 di Kelurahan Girian Permai dan Kelurahan Tandurusa.

Didampingi Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen ST MIP, Kolonel Inf. Alvian bersama rombongan meninjau pembangunan jalan Kelurahan Wangurer Barat - Kelurahan Danowudu, RTLH, Manunggal Air di Kelurahan Girian Permai dan Tandurusa serta rehab pondok pesantren.

Alvian menyatakan puas dengan hasil kerja Satgas menwujudkan apa yang menjadi program TMMD ke-123. Ia berharap, fasilitas berupa jalan, bak air dan bangunan lainnya dirawat serta bermanfaat bagi masyarakat.

"Semua ini kita bangun dengan tujuan mensejahterakan masyarakat. TNI hadir lewat program TMMD untuk menjangkau masyarakat yang tak tersentuh infrastruktur," kata Alvian.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang telah mensuport semua program TMMD hingga hasilnya tinggal dinikmati untuk mensejahterakan masyarakat.

"Semoga di program TMMD berikutnya bisa menjangkau daerah lain di Kota Bitung yang butuh pembangunan sarana publik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Merdeka, Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, S.E.,Msi meninjau lokasi Manunggal Air Program TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung yang berada di kelurahan Girian Indah.

Dalam kunjungannya, Kasdam XIII/Merdeka di dampingi oleh Para asisten Kodam Merdeka bersama Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T.,M.I.P, dan Lurah Girian Indah, Topsin Janis, S.Sos yang di hadiri oleh sejumlah masyarakat kelurahan Girian Indah.

Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto mengharapkan, pembangunan Manunggal air yang dilaksanakan melalui TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung ini memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, yakni dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

"Ini kita bangun, pipanisasi dan pompanisasi. Jadi yang kita bangun ini adalah permintaan dari masyarakat, sehingga diharapkan manfaatnya juga kembali kepada masyarakat, kebetulan ini ada 44 Kepala keluarga sudah hampir 10 tahun kalau cari air itu malah harus beli. Sehingga ini yang menjadi perhatian kita, sehingga dengan adanya TMMD yang ke-123, kita upayakan bisa membantu meringankan masyarakat terkait masalah air, karena air adalah kebutuhan pokok yang paling utama,"Kata Kasdam XIII/Merdeka.

Terkait dengan suplai air kemasyarakat, Kasdam XIII/Merdeka mengatakan, dari tempat penampungan akan di salurkan ke penampungan yang berada di Masjid Al-Fath, dan selanjutnya pengaturan pembagian air akan di serahkan kepihak pemerintah setempat.

"Ini adalah tempat penampungan,sumbernya ambilnya dari mata air yang ada bawah itu, kurang lebih ada 300 meteran, nanti kemudian akan di tampung di sini, dari sini nanti di alirkan ke tempat penampungan yang ada di masjid, baru dari masjid akan di bagi oleh kepala kampung atau lurah yang ada di sini. Dan nanti akan di bagi, pipa ini mungkin untuk sekian kepala keluarga dan yang ini untuk berapa KK seperti itu," ungkapnya.

Suara azan berkumandang, suasana penuh kebersamaan dan kehangatan terasa saat satgas TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung menggelar buka puasa bersama pengurus dan anak panti asuhan Al-mutahdien Hidayatullah Bitung.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, personil satgas TMMD duduk berbaur bersama anak-anak panti asuhan dan para Santri Al-mutahdien Hidayatullah, dalam menikmati hidangan sederhana namun penuh dengan makna untuk mempererat hubungan antara TNI dan warga, khususnya bersama pengurus dan anak santri.

Ketua yayasan pondok pesantren Hidayatullah Bitung, Muhammad Taufiqqurahman merasa senang karena bisa berbuka puasa bersama prajurit TNI yang sudah membantu merenovasi pondok pesantren Al-Mitahdien Hidayatullah.

"Rasanya sangat hangat karena penuh dengan keakraban yang begitu dekat, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut," ujarnya.

Hari berganti, Satgas TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung yang dipimpin langsung oleh Dandim 1310/Bitung selaku Dansatgas TMMD bersama warga dan aparat pemerintah kelurahan dan Kecamatan melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di lokasi pembangunan Manunggal air Kelurahan Girian Indah dan Kelurahan Danowudu.

"Kenapa kita pilih lokasi ini, karena disini kita lihat kurang 15 meter merupakan bekas galian C, bisa saya katakan sudah tidak ada pepohonan lagi karena sudah di laksanakan penggalian, sehingga kita melihatnya sudah saatnya kita melakukan penanaman pohon kembali," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya penanaman pohon ini bisa menjaga sumber mata air yang saat ini di gunakan pada pelaksanaan TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung.

Dansatgas, Letkol Czi Hanif Tupen juga mengungkapkan jenis pohon yang di tanam pada program TMMD ini yaitu jenis pohon Mahoni dan Pohon nantu.

"Dua jenis pohon yang ditanam hari ini merupakan jenis pohon yang besar dan keras, jadi kalau 5 sampai 10 tahun  kedepan bisa di jadikan tempat Perlindungan. Mengingat lokasi ini cukup besar yakni 15 hektar jadi sasaran penanaman di sini. Karena kasian tempat galian ini luar biasa sudah merusak alamnya, lingkungannya jadi harus kita melakukan reboisasi dengan menanam pohon sehingga bisa terjaga dengan baik lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh personil Satgas TMMD yang berjumlah 150 prajurit dengan di bantu oleh puluhan warga dan juga melibatkan aparat pemerintah kelurahan Girian Indah dan Kelurahan Danowudu serta kecamatan Ranowulu," tambahnya.

Dipengujung kegiatan sasaran fisik, walaupun dalam kondisi puasa dan cuaca yang kurang mendukung di karenakan hujan yang selalu melanda, tidak menjadi penghalang bagi satgas TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung untuk terus melanjutkan pengerasan badan jalan yang menghubungkan Kelurahan Wangurer Barat dan Kelurahan Danowudu.

Terpantau dilapangan, personil satgas TMMD bahu membahu terus memacu dan berupaya menyelesaikan pekerjaan fisik pengerasan badan jalan tersebut.

Lurah Danowudu, Stevanus Raturandang kepada media ini menyampaikan terimakasihnya kepada satgas TMMD karena sudah membangun jalan yang menghubungkan Kelurahannya dengan kelurahan Wangurer Barat.

"Kami merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1310/Bitung atas perhatiannya, sehingga dalam program TMMD tahun ini kelurahan Danowudu bisa menjadi salah satu lokasi pelaksanaan TMMD dan ini satu kebanggaan tersendiri buat kami masyarakat Danowudu," tuturnya.

Di sisi lain, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Suhardi juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam program TMMD Ke-123 Kodim 1310/Bitung tahun anggaran 2025.

"Semangat gotong royong adalah kunci keberhasilan pembangunan di daerah, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Di mana selama satu bulan pelaksanaan, Satgas TMMD ke-123 berhasil menyelesaikan berbagai proyek pembangunan, termasuk pembukaan akses jalan sepanjang 3 km dengan lebar 6 meter di Kelurahan Wangurer Barat dan Kelurahan Danowudu (Kota Bitung), serta Desa Wasu dan Desa Sagita (Kabupaten Morowali)," kata Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam juga mengatakan terkait rehabilitasi bangunan panti asuhan pada program TMMD Ke-123 ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak kurang mampu, penyediaan air bersih melalui program manunggal air, demi akses air yang lebih layak bagi masyarakat.

"Selain pembangunan fisik, TMMD ke-123 juga menghadirkan berbagai penyuluhan penting bagi masyarakat, seperti, ketahanan pangan dan pertanian, lingkungan hidup, kesehatan dan pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba," ujarnya.

Pangdam menghimbau, agar hasil pembangunan TMMD dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Mari kita lestarikan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa dan menjaga apa yang telah kita bangun bersama,"Imbuhnya.

Tni

Sementara itu, Kasdam XIII/Merdeka, Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto menambah, dengan berakhirnya TMMD ke-123, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses fasilitas umum.

"Semoga apa yang sudah di bangun oleh satgas TMMD dapat meningkatkan taraf hidup, serta memperkuat persatuan dan ketahanan nasional," tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar saat buka puasa bersama yang di laksanakan di Makodim 1310/Bitung menyampaikan kepada seluruh masyarakat kota Bitung untuk menciptakan suasana aman,damai dan kondusif selama bulan suci Ramadhan.

"Melalui kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga umat muslim di Kota Bitung dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang," imbuhnya.

Lanjut, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat hasil pemabangunan dengan baik. Sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama dalam kemajuan daerah dapat terwujud.

Kemanunggal TNI-Rakyat semakin kuat, mewujudkan mimpi masyarakat dalam pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional. (*)

Berita Terkait