Menekraf: Nusantara Rising Menjadi Gerakan Collective Soft Power Indonesia di IdeaFest

Sabtu, 05/09/2026 - 01:56
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peluncuran “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement” oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, (4/9/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peluncuran “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement” oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, (4/9/2026).

Klikwarta.com, Jakarta, 4 September 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peluncuran “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement” oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Menurut Menekraf, inisiatif ini bermakna strategis mengingat tanah air memiliki kekayaan budaya, talenta, cerita dan kreativitas yang luar biasa.

“Kementerian Ekraf siap berkolaborasi dengan KADIN Indonesia dalam mendukung ‘Nusantara Rising’. Karena kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi konten global, melainkan tumbuh sebagai content power house yang mampu membawa budaya, karakter, cerita, menjadi karya kreatif anak bangsa termasuk musik, film, animasi, dan games menuju panggung dunia, di mana tantangan utamanya adalah mengorkestrasi bersama seluruh potensi tersebut agar menjadi kekuatan ekonomi serta soft power Indonesia di tingkat global,” ujar Teuku Riefky saat memberi tanggapan pada sesi "Dari Budaya Jadi Daya" di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, (4/9).

Kementerian Ekraf menilai langkah ini selaras dengan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menugaskan kolaborasi 26 kementerian/lembaga untuk membangun ekosistem nasional jangka panjang (2026–2045) maupun jangka menengah (2026–2029) beserta target tiga tahun ke depan. Selain memperluas klasifikasi usaha dari 17 menjadi 21 subsektor melalui hadirnya konten digital, teknologi baru, voice over, dan modifikasi otomotif, Rindekraf bersama Dokumen RPJMN 2025–2029 juga menetapkan 7 subsektor prioritas, termasuk film, animasi, musik, dan gim, yang diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Perhatian besar Presiden terhadap ekonomi kreatif juga didasari oleh faktanya bahwa sektor ini bukan sekadar pendukung, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dibuktikan melalui lonjakan signifikan pada Indikator Kinerja Utama (IKU). Sejalan dengan Rindekraf, komitmen tersebut diperkuat melalui program unggulan Creative by Indonesia yang bertujuan mendukung karya berbasis kekayaan intelektual agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menembus pasar global secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana karya Indonesia dikenal dunia, tetapi bagaimana eksposur tersebut menghasilkan manfaat ekonomi bagi para kreator Indonesia. Disinilah semangat “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement yang diinisiasi oleh KADIN diharapkan dapat menjadi fasilitator missing middle bagi para pelaku ekraf khususnya konten kreator yang telah memiliki model bisnis tetapi masih membutuhkan pembiayaan untuk scale up bisnisnya, baik dengan skema co-production atau pun co-investment untuk memperluas akses modal, teknologi, dan pasar di tingkat nasional hingga internasional sebagai soft power diplomacy yang berdampak pada eksposur dan ekonomi nasional Indonesia,” tegas Menekraf.

Hadirnya Menekraf pada acara ini sebagai tindak lanjut dari kolaborasi bersama Kadin Indonesia yang sudah terjalin saat audiensi di Jakarta pada 21 Oktober 2025 dalam membicarakan strategi scale up bagi pelaku ekonomi kreatif.

IdeaFest merupakan festival industri kreatif tahunan sejak 2011 yang diinisiasi oleh Samara Group sebagai ruang kolaborasi para visioner, di mana pada sesi "Dari Budaya Jadi Daya" diluncurkan gerakan "Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement" oleh Kadin Indonesia. Perhelatan ini berlangsung untuk menyatukan sektor pemerintah, dunia usaha, serta para pelaku kreatif dalam mengonversi aset budaya menjadi dampak ekonomi yang nyata.

"Ini bukan sekadar soal nilai ekonomi, melainkan tentang pengaruh, narasi, dan tentang kedaulatan bangsa kita di mata dunia. Dan inilah yang kita mulai hari ini kita “Nusantara Rising: fashion leading Beyond Culture" dari budaya ke daya, dari karya lokal ke panggung global, dari potensi menjadi pengaruh, dari pasar besar menjadi pemain besar," ungkap Wakil Ketua Umum Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani.

Agenda peluncuran ini dihadiri pula oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan juga Jajaran Kadin Indonesia. Dalam acara tersebut, Menekraf hadir didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; Direktur Kajian Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat; Direktur Gim Luat Sihombing; Direktur Kriya, Neli Yana; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. (*)

Tags

Berita Terkait