Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama Wakil Bupati, Syah Muhamad Natanegara, saat meninjau jembatan Sidomulyo, yang terputus akibat Banjir, Senin, 3/1/2022 (Foto - Hardi Rangga, klikwarta.com).
Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama Wakil Bupati, Syah Muhamad Natanegara, tinjau jembatan putus di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Senin (3/1/2022). Putusnya jembatan Sidomulyo, akibat derasnya aliran Sungai Klebet, pada 1 Januari 2022, Kemarin.
Bupati Trenggalek, meminta segera ada penanganan kedaruratan. Sehingga sementara kendaraan roda 2 bisa tetap melintas.
"Sebenarnya penanganan permanen sudah dipersiapkan tahun ini dan Bupati meminta itu bisa disegerakan, pasalnya jalur ini merupakan jalur vital bagi warga sekitar", kata Mochamad Nur Arifin.
Diketahui, jembatan Sidomulyo tersebut, telah dua kali putus. Pertama pada 2019 silam, lalu ditangani dengan mendirikan jembatan darurat pada tahun 2021. Saat ini, jembatan tersebut kembali putus karena beberapa hari terakhir arus sungai sangat ekstrem.
"Sebenarnya untuk pembangunan permanennya dana dari pusat sudah ada, tinggal mekanisme administrasinya saja dipercepat. Sambari itu nanti dari PU kita perkuat untuk dasar jembatannya, karena sebenarnya jembatan daruratnya masih bisa didirikan lagi," jelas Bupati.
"Lebih lanjut akan kita bronjong untuk pondasi sementara, guna sekedar jalur melintas roda 2. Sehingga aktivitas masih bisa berjalan. Untuk permanennya, harapannya bulan ini dikerjakan tinggal menyelesaikan administrasi. Nanti kita akan berkoordinasi dengan LKPP dan yang lainnya," tambahnya.
"Jembatan darurat sendiri berasal dari dana pusat yang sudah masuk ke APBD kita, total biaya sebesar Rp 19 miliar. Sedangkan untuk jembatannya sendiri sebesar Rp 2,75 miliar," tutup Bupati Trenggalek.
Di tempat yang sama, Joko Rusianto Kalaksa BPBD, mengatakan, tahun 2021 kemarin jembatan putus di Desa Sidomulyo itu, sudah ditangani dengan pembangunan jembatan darurat. Namun arus air yang deras maka kembali putus.
"Jadi sudah ditangani dan tahun ini seharusnya bisa dibangun, namun gambarnya harus direvisi kembali melihat situasinya sekarang," terang Kalaksa BPBD Trenggalek.
Sementara, Kepala Dinas PUPR, Trenggalek, Ramelan, menyampaikan, bahwa saran Bapak Bupati, jembatan ini nantinya difokuskan untuk akses roda 2. Sedangkan untuk roda 4 lebih, dilarang melintas.
"Jembatan darurat ini bisa kita angkat dan tinggal menambah pekerjaan pondasi saja, sehingga jembatan ini bisa berfungsi kembali," demikian Ramelan.
Pewarta - Hardi Rangga








