Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi
Klikwarta.com, Jawa Timur - Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi mengkritik kebijakan pemerintah yang akan mengimpor jagung, meskipun dengan tujuan mengatasi fluktuasi harga jagung pakan bagi peternak ayam. Kebijakan ini dinilai kurang tepat karena stok local masih cukup.
Daniel menyebut berdasarkan prognosa neraca komoditas jagung, produksi jagung dalam negeri tahun 2023 mencapai 18,15 juta ton. Sementara stok carry over dari tahun 2022 sebesar 3,08 juta ton.
Politisi asal PDIP itu membeberkan selama tahun 2013 kebutuhan jagung mencapai 16,98 juta ton, sehingga perkiraan neraca jagung terdapat surplus sekitar 5,08 juta ton. Sementara stok jagung yang saat ini dikelola Bulog sebanyak 203 ton atau sekitar 0,08 % dari target stok jagung nasional sesuai penugasan NFA sebanyak 250 ribu ton sepanjang tahun 2023,"jelasnya, Minggu (15/10/2023).
Daniel menegaskan, melihat data tersebut seharusnya saat ini Indonesia surplus jagung, sehingga tidak perlu import. Ia menerangkan untuk mengatasi fluktuasi pemerintah seharusnya membuat prediksi dengan tepat agar terhindar import.
"Pemerintah perlu mendorong peningkatan produksi jagung dalan negeri," pintanya.
Jika nantinya pemerintah nekat melakukan impor, kata Daniel Rohi,jagung yang diimpor bukan jagung untuk pakan ternak, melainkan untuk industri makanan dan minuman. "Harapan saya import tersebut tidak merugikan petani," harapnya
Daniel melihat kebutuhan jagung di wilayah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2023 untuk pakan ternak mencapai 4,152 juta ton. Sedangkan untuk konsumsi sekitar 89 ribu ton. Total 4,241 juta ton. Pada tahun 2023 sasaran luas panen jagung Jatim pada 2023 ditargetkan seluas 1,2 juta hektare dengan sasaran produksi minimal 6,8 juta ton. Artinya untuk produksi dan kebutuhan di Jawa Timur terjadi suprlus 2,6 juta ton.
"Harapan untuk Jawa Timur dalam meningkatkan produksi diantaranya pemberian benih unggul, pupuk dan teknologi kepada para petani dan memastikan harga jual menguntungkan petani," tuturnya.
Sebelumnya di Jakarta, Perum Bulog bakal mengimpor 500 ribu ton jagung tahun ini demi mengatasi fluktuasi harga jagung pakan bagi peternak ayam. jagung tersebut bisa berasal dari Brazil, Argentina, dan Amerika Serikat (AS).
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menargetkan jagung tersebut sudah bisa tersedia di Tanah Air pada akhir tahun ini.
"Jadi gini, saya akhir tahun ini Insya Allah juga jagung sudah ada. Saya berhitung dari masa panen. Jadi jumlah kebutuhan kaitannya dengan masa panen produksi jagung. Jadi jangan tabrakan," pungkasnya.
Pewarta : Supra/Adv








