Bupati Trenggalek Launching Pakaian Dinas Produk UMKM

Senin, 14/02/2022 - 16:19
Bupati Trenggalek, saat melaunching pakaian dinas harian ASN produk UMKM lokal, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (14/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com).

Bupati Trenggalek, saat melaunching pakaian dinas harian ASN produk UMKM lokal, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (14/2/2022) (Foto : Hardi Rangga, klikwarta.com).

Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, melaunching pakaian dinas harian ASN produk UMKM, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (14/2/2022). Launching produk ini dilakukan untuk menggeliatkan ekonomi lokal. Selanjutnya setiap hari Kamis, ASN di Kabupaten Trenggalek diwajibkan memakai pakaian adat Jawa produk UMKM. Sedangkan Hari Jumat diwajibkan memakai pakaian casual produk usaha mikro.

Pakaian hasil produksi UMKM lokal yang diperagakan serta dipamerkan pada launching ini, diharapkan para ASN bisa langsung membeli atau melakukan pemesanan kepada pelaku UMKM yang ada.

"Hari ini sebenarnya rapat kerja, diselipi launching pakaian dinas, di dalam Perbup mewajibkan untuk produk UMKM, sekaligus tadi ada fashion show untuk menunjukkan bagaimana seharusnya pakaian dinas-nya," ungkap Bupati Arifin, usai sosialisasi pakaian harian ASN.

"Pakaian batik, pakaian adat dan pakaian casual, hari ini kita displai dari para pelaku UMKM, sehingga bila ada yang berminat bisa langsung bisa order," jelasnya.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan bisa mengungkit belanja pegawai untuk dimaksimalkan pada perekonomian UMKM di Kabupaten Trenggalek, lanjut Bupati.

Sementara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, menyambut baik upaya Pemkab Trenggalek.

Kebijakan ini dianggap sangat mendukung perekonomian mikro untuk bangkit.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena kebijakan dari bapak bupati, seluruh jajaran pemerintah ini menunjukkan keperpihakan kepada seluruh pelaku UMKM lokal," ucap Novita.

"Dengan kebijakan ini maka pemerintah kabupaten bisa mengangkat tingkat perputaran ekonomi ini sangat tinggi. Seperti kata pak bupati, jangan sampai kita membeli produk dari luar, kalau di lokal saja ada. Sehingga dengan begitu perputaran ekonomi bisa memutar lebih tinggi lagi," kata Novita.

"In sya Allah bila itu bisa dilakukan, maka perekonomian kita bisa pulih lebih cepat bisa menghadapi krisis lebih baik," tandasnya.

Pewarta : Hardi Rangga

Berita Terkait